KUNINGAN ONLINE – Fakultas Farmasi, Kesehatan dan Sains (FFKS) Universitas Muhammadiyah Kuningan menggelar pelatihan penggunaan alat laboratorium hibah Program Penguatan Perguruan Tinggi Swasta (PP-PTS), Rabu (11/3/2026).
Kegiatan yang berlangsung di ruang rapat dan laboratorium FFKS ini diikuti oleh dosen serta laboran sebagai upaya meningkatkan pemahaman dan keterampilan dalam mengoperasikan peralatan laboratorium yang baru diterima.
Pelatihan ini menghadirkan dua narasumber, yakni Muadzin Afidiansyah yang menyampaikan materi penggunaan alat Laminar Air Flow (LAF) serta Abdul Gofur yang memberikan materi terkait penggunaan alat Furnace.
Direktur Direktorat Akademik dan AIK Universitas Muhammadiyah Kuningan, Sukisno, M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan bahwa pada tahun 2025 kampus tersebut memperoleh hibah melalui program PP-PTS. Ia menjelaskan, terdapat dua program studi yang menerima hibah tersebut, yakni Program Studi S1 Farmasi dan Program Studi PTIK.
“Untuk Program Studi S1 Farmasi, hibah yang diterima berupa beberapa peralatan laboratorium seperti UPS, Laminar Air Flow, Furnace, dan Centrifuge,” ujarnya.
Menurut Sukisno, pelatihan ini sangat penting dilakukan sebagai bagian dari upaya pelaporan pemanfaatan hibah sekaligus memastikan peralatan yang diterima dapat dimanfaatkan secara optimal.
Ia menambahkan, karena alat-alat tersebut tergolong baru bagi program studi, maka diperlukan pelatihan langsung dari pihak yang kompeten, khususnya dari vendor alat, agar penggunaannya sesuai standar operasional dan keselamatan kerja.
Sementara itu, Dekan FFKS UM Kuningan, apt. Imas Maesaroh, M.Farm., mengatakan pihak fakultas sengaja mengundang sejumlah dosen yang nantinya akan memanfaatkan alat tersebut dalam kegiatan akademik, penelitian, maupun pengabdian kepada masyarakat.
Ia menilai hibah ini menjadi kabar baik bagi FFKS UM Kuningan sekaligus tanggung jawab besar untuk menjaga serta memanfaatkan inventaris laboratorium dengan sebaik-baiknya.
“Ke depan kami berharap penggunaan alat ini dapat terintegrasi dalam berbagai kegiatan akademik, baik penelitian, pendidikan maupun pengabdian kepada masyarakat sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh civitas akademika,” ujarnya.
Ketua Program Studi S1 Farmasi, apt. Juju Jumiati, M.Farm., turut menyampaikan apresiasi kepada para narasumber yang telah memberikan pelatihan. Ia berharap melalui arahan dan bimbingan yang diberikan, pemanfaatan alat dapat berjalan optimal, baik dari sisi teknis penggunaan, perawatan maupun aspek keselamatan kerja.
“Dengan demikian, alat laboratorium ini dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh dosen dan mahasiswa dalam kegiatan praktikum serta mendukung pelaksanaan penelitian,” katanya.
Dalam sesi materi, Muadzin Afidiansyah menjelaskan bahwa Laminar Air Flow (LAF) merupakan alat yang berfungsi menciptakan area kerja mikrobiologi yang steril, aseptis, dan bebas kontaminan seperti debu maupun mikroorganisme melalui aliran udara yang telah difilter menggunakan HEPA (High Efficiency Particulate Air) secara terus-menerus.
Alat ini sangat penting digunakan dalam proses penanaman bakteri patogen maupun preparasi media. Ia juga menekankan pentingnya perawatan rutin, seperti mensterilkan area kerja menggunakan alkohol 70 persen sebelum dan sesudah kegiatan, serta melakukan pemeriksaan berkala pada komponen pre-filter.
Jika pre-filter kotor atau berdebu, aliran udara akan berkurang yang biasanya ditandai dengan bunyi atau indikator lampu pada booster. Pembersihan pre-filter dapat dilakukan menggunakan vacuum atau dengan menggantinya dengan yang baru.
Selain itu, HEPA filter umumnya memiliki masa pakai sekitar dua hingga tiga tahun, sedangkan lampu UV pada alat memiliki masa pakai sekitar 1000 hingga 2000 jam.
Melalui pelatihan ini, diharapkan dosen dan laboran FFKS Universitas Muhammadiyah Kuningan dapat memahami cara penggunaan, perawatan, serta standar keselamatan dalam pengoperasian alat laboratorium hibah PP-PTS.
Dengan demikian, fasilitas yang tersedia dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk mendukung kegiatan praktikum, penelitian, dan pengembangan ilmu pengetahuan di lingkungan kampus. (OM)









