Dua Sekolah Ambil Langkah Tegas Pascatawuran Pelajar di Kuningan, Puluhan Siswa Disanksi dan Pengawasan Diperketat

Pendidikan, Sosial235 views

KUNINGAN ONLINE – Insiden tawuran yang melibatkan sejumlah pelajar di Jalan Ahmad Yani, Kabupaten Kuningan, pada Kamis (30/7/2026), menjadi perhatian serius dunia pendidikan. Menyusul kejadian tersebut, SMK Karya Nasional (Karnas) dan SMK Muhammadiyah Kuningan mengambil langkah tegas dengan memperketat pengawasan terhadap siswa serta melakukan pembinaan intensif guna mencegah terulangnya aksi serupa.

Di SMK Karya Nasional, pihak sekolah memutuskan memberikan sanksi tegas kepada siswa yang terbukti terlibat dalam aksi tawuran. Keputusan tersebut diambil sebagai bentuk komitmen sekolah dalam menegakkan tata tertib serta menjaga keamanan dan nama baik lembaga pendidikan.

Iklan

Perwakilan Bidang Kesiswaan SMK Karya Nasional, Tata, menjelaskan bahwa sebelum mengambil keputusan, pihak sekolah terlebih dahulu melakukan pendalaman informasi dengan memanggil dan meminta keterangan dari para siswa yang diduga terlibat.

Dari hasil penelusuran internal, diperoleh informasi bahwa beberapa siswa mengaku sebelumnya kerap diikuti bahkan dikejar oleh sekelompok pelajar dari sekolah lain saat pulang sekolah. Kondisi tersebut disebut menjadi salah satu latar belakang munculnya aksi yang terjadi pada Kamis sore.

Iklan

Meski demikian, Tata menegaskan bahwa pihak sekolah tidak membenarkan tindakan balasan dalam bentuk kekerasan ataupun tawuran.

“Apapun alasannya, tindakan tawuran tetap merupakan pelanggaran berat terhadap aturan sekolah. Karena itu kami harus mengambil keputusan sesuai tata tertib yang telah disepakati bersama,” ujarnya.

Ia menjelaskan, dalam Pasal 12 Tata Tertib SMK Karya Nasional disebutkan bahwa siswa dilarang keras terlibat tawuran, merusak fasilitas umum maupun milik orang lain, serta membawa senjata tajam ke lingkungan sekolah maupun di luar sekolah.

Berdasarkan ketentuan tersebut, sekitar 20 siswa dijatuhi sanksi dikeluarkan dari sekolah. Keputusan itu, menurut Tata, telah disampaikan kepada masing-masing orang tua atau wali siswa sebagai bentuk transparansi dalam penegakan disiplin.

Terkait siapa saja yang terlibat dalam insiden tersebut, pihak sekolah belum ingin berspekulasi. Menurut Tata, informasi yang diterima dari lapangan menyebutkan kemungkinan terdapat pelajar dari sekolah lain yang ikut berada di lokasi.

Selain memberikan sanksi, SMK Karya Nasional juga memperketat pengawasan terhadap aktivitas siswa setelah jam pelajaran selesai. Seluruh siswa diimbau agar langsung pulang ke rumah dan tidak berkumpul atau nongkrong di sekitar sekolah maupun di tempat-tempat yang berpotensi menjadi lokasi berkumpulnya pelajar.

Menurut Tata, imbauan tersebut juga merupakan tindak lanjut dari arahan Camat Kuningan yang meminta seluruh sekolah bersama-sama mengantisipasi potensi bentrokan lanjutan.

Namun demikian, pihaknya mengaku masih menemukan sejumlah pelajar yang berkumpul di warung seusai pulang sekolah. Kondisi itu dinilai berpotensi memicu kesalahpahaman maupun gesekan antar kelompok pelajar apabila tidak segera diantisipasi.

SMK Muhammadiyah Fokus Pembinaan dan Pencegahan

Sementara itu, SMK Muhammadiyah Kuningan juga bergerak cepat menyikapi insiden tersebut. Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Iwan Setiawan, membenarkan adanya keributan yang melibatkan sejumlah pelajar. Saat ini, pihak sekolah masih melakukan penelusuran untuk mengetahui penyebab utama terjadinya peristiwa tersebut.

Menurut Iwan, sekitar 10 siswa diketahui berada di lokasi saat kejadian berlangsung. Berdasarkan hasil pendataan awal, mereka diketahui berada di sekitar lokasi setelah pulang sekolah.

Pihak kepolisian juga telah mendatangi sekolah untuk melakukan koordinasi dan meminta keterangan sebagai bagian dari proses penyelidikan.

“Semua masih dalam proses penanganan. Kami juga terus berkoordinasi dengan sekolah lain dan pihak kepolisian agar persoalan ini dapat diselesaikan dengan baik,” ujarnya.

Para siswa yang diduga terlibat kini menjalani pembinaan di sekolah sembari menunggu hasil pendalaman dari pihak berwenang. Pembinaan tersebut dilakukan agar siswa memahami dampak negatif tawuran, baik terhadap diri sendiri, keluarga, maupun masa depan mereka.

Sebagai langkah pencegahan, SMK Muhammadiyah akan memperketat pengawasan pada jam pulang sekolah. Guru akan mengawal siswa hingga meninggalkan lingkungan sekolah dan memastikan mereka langsung pulang ke rumah tanpa berkumpul di luar sekolah.

Selain itu, pemeriksaan terhadap tas, pakaian, dan kendaraan siswa tetap dilakukan setiap hari sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan lingkungan sekolah. Pemeriksaan tersebut bertujuan memastikan tidak ada barang terlarang maupun senjata tajam yang dibawa oleh siswa.

Iwan juga mengajak seluruh peserta didik agar lebih fokus pada kegiatan belajar, menjaga nama baik sekolah, serta tidak mudah terpengaruh ajakan yang dapat memicu konflik maupun aksi kekerasan. (OM)