DPK GMNI FH Uniku Bentuk Kaderisasi Revolusioner dan Berazaskan Marhaenisme

KUNINGAN ONLINE – Dewan Pimpinan Komisariat (DPK) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Fakultas Hukum Universitas Kuningan menyelenggarakan Pekan Penerimaan Anggota Baru (PPAB) selama dua hari, Jumat- Sabtu (4-5/11/2022) di Desa Kawahmanuk Kecamatan Darma.

PPAB tersebut mengusunh tema “Membentuk Mahasiswa yang Revolusioner dan Berazaskan Marhaenisme”. PPAB sendiri adalah sarana bagi GMNI untuk menjaring anggota baru yang berasal dari segala jurusan dan fakultas yang berada di Universitas Kuningan.

Iklan

Dari 30 pendaftar di PPAB gelombang pertama terjaring 25 pendaftar, namun yang hadir pada acara PPAB baru 19 orang, sedangkan sisanya berhalangan hadir, dan bersedia diikutkan dalam PPAB Gelombang kedua.

Ketua Pelaksana Sarinah Berlian Putri Elika mengatakan, PPAB yang digelar menegaskan organisasi GMNI sebagai organisasi kerakyatan atau Marhaenisme. PPAB juga, menunjukan hidupnya roda organisasi yang ada di kampus Universitas Kuningan.

Iklan

Menurutnya, mahasiswa dan sumbangsihnya mengenai bangsa dan negara Indonesia. Mahasiswa yang digadang-gadang sebagai generasi penerus bangsa, untuk meneruskan estafet kepemimpinan bangsa harus menyadari betapa pentingnya dirinya agar tidak saja berkuliah, tetapi juga harus berproses di organisasi seperti GMNI.

“Saya berharap, setelahnya dilaksanakan PPAB GMNI ini peserta dapat menjadi simpul-simpul dalam menyebarkan nilai-nilai perjuangan Bung Karno, baik di lingkungan kampus maupun di lingkungan dimanapun berada,” tuturnya.

Ditempat yang sama Bung Ilham atau sapaan akrabnya Bung Ezot selaku Kabid Kaderisasi menjelaskan bahwa dengan tema tersebut membentuk karakter mahasiswa yang revolusioner.

“Jadi Marhaenisme ini adalah cara dan asas perjuangan yang menghendaki hilangnya setiap kapitalisme dan imperialisme. Perjuangan marhaenisme adalah perjuangan mewujudkan sosio-nasinalisme dan sosio-demokrasi,” jelasnya.

Ia menerangkan bahwa sebagia mahasiswa harus mempunyai cita-cita untuk menjadi pemimpin bangsa, harus punya kesadaran, bahwa ilmu yang dipelajari di kelas semata, tidak akan pernah cukup.

“Mereka harus, bahkan wajib berorganisasi khususnya di GMNI FH UNIKU,” terangnya.

Selanjutnya, menurut Ketua Komisariat FH UNIKU Sarinah Mutiara menuturkan bahwa anggota baru GMNI mampu berproses di tahap selanjutnya serta dapat berperan aktif dalam membantu masyarakat.

“Anggota baru GMNI mampu mengikuti seluruh jenjang kaderisasi, serta dapat berperan aktif dalam membantu masyarakat yang membutuhkan baik tenaga maupun pikiran ataupun lainnya melalui ruang diskusi dan turun kelapangan atau observasi,” tuturnya.

Ketua Cabang GMNI Kuningan yakni bung Hendra berharap besar kepada kader kadernya yang ada di DPK FH Uniku. Kedepan, organisasi yang tengah melakukan pengkaderan ini bisa terus melakukan gerakan-gerakan intelektualitasnya.

“Kami berharap partisipasi mahasiswa yang tergabung di GMNI ini, dapat melakukan pembelajaran yang terstruktur serta dapat mengaplikasikannya melalui gerakan gerakan intelektualitasnya,” harapnya.

Kegiatan PPAB GMNI adalah tentang sejarah dan dinamika GMNI. Organisasi GMNI yang sudah terlahir sejak 23 Maret 1954 tentunya sudah memiliki sejarah yang panjang.

Sudah jutaan kader dihasilkan oleh GMNI yang saat ini, menduduki posisi penting di negeri ini. Mereka yang sekarang sudah menduduki posisi penting tersebut, bisa dipastikan berproses dengan benar di GMNI, karena proses tidak akan pernah menghianati hasil. (OM)