Direktur KUNINGAN Institute : Paslon Bupati Terpilih Dian-Tuti Diminta Proaktif Pastikan APBD Tepat Sasaran

Politik, Sosial1,650 views

KUNINGAN ONLINE – Masa transisi kepemimpinan pasangan calon (paslon) Bupati dan Wakil Bupati Kuningan terpilih, Dian Rachmat Yanuar dan Tuti Andriani menjadi periode krusial dalam menentukan arah kebijakan daerah selama lima tahun mendatang.

Dalam konteks ini, Agus Kusman, Direktur Kuningan Institute, menyampaikan sejumlah saran strategis untuk memastikan pemerintahan baru mampu mengelola Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dengan tepat sasaran.

Iklan

Agus menegaskan bahwa pemantauan dan keterlibatan aktif paslon terpilih terhadap rumusan APBD 2025 sangat penting, terutama karena Kuningan sedang menghadapi tantangan kepercayaan publik akibat kasus gagal bayar pada periode sebelumnya.

Pak Dian dan Bu Tuti perlu memastikan komposisi APBD 2025 tersusun dengan matang. Kebijakan tahun pertama akan menjadi wajah pemerintahan mereka sekaligus pertaruhan keberhasilan tahun-tahun berikutnya,” ujarnya, Sabtu (14/12/2024) dalam keterangan tertulis.

Iklan

Agus menyarankan agar perencanaan anggaran lebih realistis, terutama dalam menentukan target Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan proyeksi pendapatan tambahan seperti Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Dana Alokasi Umum (DAU) dari pusat.

“Kasus gagal bayar sebelumnya dipicu oleh penetapan pendapatan yang kurang rasional, menyebabkan defisit anggaran. Dian dan Tuti harus memastikan hal ini tidak terulang dengan memantau dan mengontrol langsung perencanaan APBD,” jelasnya.

Selain mengelola APBD, Agus juga menekankan pentingnya menjaga keharmonisan antara Bupati dan Wakil Bupati untuk menciptakan stabilitas di pemerintahan.

“Citra harmonis dari pasangan pemimpin akan meminimalisir konflik di jajaran bawahannya dan memastikan fokus tetap pada kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Ia juga mendorong terciptanya sistem pemerintahan yang terintegrasi dengan meningkatkan sinergi antar-dinas.

“Misalnya, BPKAD dan Bappeda harus bekerja sama lebih erat dalam menyusun perencanaan dan target. Transformasi budaya kerja antar-dinas sangat diperlukan untuk menghindari kebijakan yang tidak tepat sasaran,” tegasnya.

Sebagai saran terakhir, Agus menyebutkan bahwa gaya kepemimpinan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming dapat menjadi inspirasi bagi Dian dan Tuti.

“Prinsip humanis, merangkul semua pihak namun tetap tegas terhadap kesalahan, perlu diadopsi. Pemerintahan baru harus siap merangkul oposisi untuk bekerja sama tanpa melupakan pendukungnya,” ungkap Agus.

Dengan pendekatan humanis namun tegas, Dian dan Tuti diharapkan mampu menjalankan kepemimpinan yang efektif dan mendukung kesejahteraan masyarakat Kabupaten Kuningan.

“The winner takes all. Jangan takut untuk memimpin dengan penuh percaya diri, karena kalian didukung oleh rakyat,” pungkasnya.

Melalui langkah-langkah strategis ini, Agus optimis Kuningan dapat bangkit dan menghindari permasalahan anggaran seperti periode sebelumnya. (OM)