Dari Blank Spot Menuju Desa Digital

Informasi, Teknologi2,666 views

Jaenal AMS – Dosen UNISA Kuningan

Blank Spot

Iklan

Kebutuhan komunikasi secara digital di era digitalisasi sekarang ini menjadi suatu keharusan yang harus diwujudkan oleh Pemerintah Pusat maupun daerah, terutama dalam peningkatan dan pengembangan sumberdaya di desa. Namun kenyataannya terdapat titik-titik pada suatu daerah yang mengalami titik kosong atau istilahnya Blank Spot.


Blank Spot merupakan suatu titik lokasi yang belum mendapatkan jaringan telekomunikasi secara keseluruhan disebabkan tidak masuk dalam jaringan/sinyal oleh menara telekomuikasi dan perangkatnya yaitu BTS (Base Transceiver Station).

Iklan


Yang menjadi penyebab secara umum blank spot adalah ketinggian dan / atau kedalaman bangunan atau lokasi di suatu daerah, kerapatan bangunan dan ketebalan beton, dan jarak antar-BTS dan kontur geografis. Dan penyebab secara khusus yaitu luas dan jarak pancar dari suatu BTS dan kemiringan sudut antena pada BTS.


Akibat blank spot dapat menyebabkan kesulitan dalam komunikasi dua arah. Hal ini akan merugikan semua pihak, baik kerugian secara materi ataupun kehilangan data-data penting yang kita miliki. Selain itu juga, dapat menjadi penghambat dalam meningkatkan potensi suatu daerah terutama desa yang sekarang ini membutuhkan sinyal komunikasi dan internet dalam meningkatkan dan mengembangkan potensi perekonomiannya.


Solusi dalam mengatasi blank spot secara umum dapat menggunakan atau pemasangan penguat sinyal atau repeater untuk di dalam ruangan (picocell) atau di luar ruangan (microcell). Dan solusi secara khusus yaitu dengan diperlukan pengaturan derajat kemiringan dari sebuah antena yang masuk ke dalam jaringan untuk suatu daerah, menambah ketinggian pemancar BTS atau dengan menambah pemancar BTS dan juga bisa menambah repeater di daerah tersebut.

Menuju Desa Digital


Upaya dalam mewujudkan menghilangkan blank spot suatu daerah oleh Pemerintah Daerah diperlukan regulasi dan pengadaan melalui kerjasama dan singkronisasi dalam hal telekomunikasi antara, Pemerintah Desa, dunia industri, pendidikan tinggi dan masyarakat/desa. Sehingga dapat melahirkan suatu desa berbasis digital sebagai suatu konsep yang harus diwujudkan sekarang ini.


Desa digital merupakah salah satu konsep dalam menghadapi revolusi industri 4.0 dan masyarakat 5.0, dengan menggunakan media internet dalam menyebarluaskan suatu informasi yang dapat dengan mudah diakses oleh masyarakat melalui kemajuan teknologi dan informasi dari waktu ke waktu.


Dalam mewujudkan desa digital dimana saat sekarang ini dipengaruhi oleh tingkat pendidikan masyarakat Indonesia yang sudah melek informasi sangat meningkat, tingginya akses terhadap teknologi informasi, dan keseriusan pemerintah dalam peningkatan teknologi informasi kepada masyarakat dalam mewujudkan good e-government dapat dilakukan sebagai berikut : a). menambah BTS dan insfrastruktur telekomunikasi dan informasi; b). meningkatkan kualitas layanan internet; c). melakukan pembinaan kepada masyarakat desa melalui pelatihan dan/atau penyuluhan tentang teknologi digital; d). mengoptimalkan SDM dalam pengelolaan keuangan desa secara digital; e). Menciptakan aplikasi-aplikasi yang membantu dalam peningkatan teknologi informasi di masyarakat; f). pemanfaatan Anggaran Dana Desa membangun portal digital market untuk produk lokal; dan g). peningkatan kerjasama dengan perusahaan start-up dalam bidang e-commerce untuk menjual potensi ekonomi desa.


Oleh karena itu, dari Blank Spot menuju Desa Digital maka dapat meningkatkan pemanfaatan sumberdaya dan pemberdayaan masyarakat desa yang dapat meningkatkan pendapatan asli desa. Sehingga desa digital ini dapat menjadi suatu katalisator dalam memberdayakan masyarakat desa yang sejalan dengan tujuan pemerintah.