Bunda PAUD Ela Helayati Dorong Wajib Belajar Prasekolah, Sasar Anak Usia 5–6 Tahun

Pendidikan50 views

KUNINGAN ONLINE – Bunda PAUD Kabupaten Kuningan, Hj. Ela Helayati, bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kuningan terus mendorong penguatan pendidikan anak usia dini melalui sosialisasi program wajib belajar satu tahun prasekolah. Program ini menjadi salah satu upaya mempersiapkan anak agar lebih siap memasuki jenjang sekolah dasar (SD).

Kegiatan sosialisasi tersebut diikuti Kelompok Kerja (Pokja) Bunda PAUD, Bunda PAUD tingkat kecamatan, desa dan kelurahan, serta perwakilan organisasi profesi, termasuk IGTKI-PGRI. Kegiatan ini juga mendapat dukungan sosialisasi dari Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi (BBPPMPV) Provinsi Jawa Barat.

Iklan

Mewakili Bunda PAUD Kabupaten Kuningan, Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan Pendidikan Masyarakat (Dikmas) Disdikbud Kuningan, Dicky Mahardika, menyampaikan bahwa program wajib belajar satu tahun prasekolah perlu didukung oleh seluruh elemen masyarakat, terutama dalam meningkatkan kesadaran orang tua tentang pentingnya pendidikan sejak usia dini.

“Program wajib belajar satu tahun prasekolah ini sangat penting untuk mempersiapkan anak sebelum memasuki jenjang sekolah dasar. Pendidikan prasekolah bukan hanya tentang kemampuan akademik, tetapi juga membangun kesiapan mental, sosial, emosional, serta kemandirian anak,” ujar Dicky, Kamis (15/10/2026).

Iklan

Menurutnya, pendidikan prasekolah memberikan kesempatan bagi anak untuk mengenal lingkungan belajar, berinteraksi dengan teman sebaya, serta mengembangkan kemampuan dasar yang dibutuhkan sebelum memasuki pendidikan formal.

Karena itu, peran Bunda PAUD di setiap tingkatan dinilai penting untuk menyosialisasikan program tersebut kepada masyarakat, sekaligus mendorong keterlibatan orang tua dalam memastikan anak mendapatkan layanan pendidikan yang sesuai.

“Kami berharap Bunda PAUD di tingkat kabupaten, kecamatan, desa, dan kelurahan dapat berperan aktif dalam menyosialisasikan program ini kepada masyarakat, terutama para orang tua yang memiliki anak usia 5 sampai 6 tahun,” katanya.

Dicky menjelaskan, pemerataan akses pendidikan prasekolah menjadi perhatian penting mengingat Kabupaten Kuningan memiliki wilayah yang terdiri atas 361 desa, 32 kecamatan, dan 15 kelurahan.

“Dengan jumlah wilayah tersebut, diperlukan sinergi semua pihak agar layanan PAUD dapat menjangkau anak-anak secara lebih merata. Dukungan pemerintah, satuan pendidikan, Bunda PAUD, dan orang tua sangat dibutuhkan untuk menyukseskan program ini,” tambahnya.

Selain mendorong perluasan akses, pemerintah juga memberikan dukungan melalui Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) untuk membantu menunjang penyelenggaraan layanan pendidikan. Dukungan tersebut diharapkan dapat membantu satuan pendidikan menjalankan kegiatan pembelajaran sekaligus memperluas kesempatan masyarakat untuk mengakses layanan PAUD.

Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Disdikbud Kabupaten Kuningan, Pipin Mansur Aripin, turut hadir dalam kegiatan sosialisasi tersebut sebagai bagian dari dukungan terhadap penguatan pendidikan prasekolah di Kabupaten Kuningan.

Melalui kegiatan ini, Bunda PAUD Kabupaten Kuningan bersama Disdikbud berharap semakin banyak orang tua memahami pentingnya pendidikan prasekolah dan memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk mengikuti pembelajaran sebelum memasuki bangku SD.

Dengan dukungan pemerintah, keterlibatan Bunda PAUD, satuan pendidikan, dan partisipasi orang tua, program wajib belajar satu tahun prasekolah diharapkan dapat memperluas akses pendidikan sekaligus membangun fondasi generasi Kuningan yang siap belajar, mandiri, dan berkarakter positif sejak usia dini. (OM)