KUNINGAN ONLINE – Aksi cepat tanggap kembali ditunjukkan oleh dunia pendidikan di Kabupaten Kuningan. Tiga sekolah, yakni SMPN 1 Kuningan, SDIT Al-Imam, dan SDIT Fattah, tercatat sebagai lembaga pendidikan pertama yang menginisiasi penggalangan donasi untuk membantu masyarakat korban bencana alam di Pulau Sumatra.
Ketua Baznas Kabupaten Kuningan, Drs. H. Yayan Sofyan, M.M., melalui Wakil Ketua I Bidang Pengumpulan, Dr. Aang Asy’ari, menyampaikan apresiasi mendalam atas respons cepat dan kepedulian ketiga sekolah tersebut. Menurutnya, gerakan ini mencerminkan tumbuhnya budaya solidaritas di lingkungan pendidikan.
SMPN 1 Kuningan Sumbang Terbesar
Pada gelombang tahap awal, SMPN 1 Kuningan tercatat sebagai penyumbang donasi terbesar dengan total dana Rp 19.030.500, yang dihimpun melalui program Infak Peduli Sumatra. Dana ini merupakan partisipasi siswa, guru, hingga warga sekolah yang secara sukarela menyisihkan rezeki mereka.
Kepala SMPN 1 Kuningan, Adang Kusdiana, menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat.
“Kami mengajak anak-anak belajar empati sejak dini. Mereka sangat antusias, dan alhamdulillah hasilnya luar biasa. Saya juga mengucapkan terima kasih kepada siswa-siswi, para guru, serta wali murid yang telah menyumbangkan rezekinya untuk saudara-saudara kita di Aceh dan Sumatra. Penggalangan ini kami serahkan melalui Baznas Kuningan, sekaligus menjadi bagian dari pembentukan karakter dan jiwa sosial anak-anak,” ujar Adang saat d konfirmasi KuninganOnline.com, Jumat (5/12/2025).
SDIT Al-Imam dan SDIT Fattah
Di posisi kedua, SDIT Al-Imam mengumumkan perolehan donasi sebesar Rp 8.756.500, yang dihimpun melalui Donasi dari wali santri, santri, dan guru selama empat hari: Rp 5.756.500. Tambahan dari program Sedekah Subuh: Rp 3.000.000

Adapun SDIT Fattah menyerahkan donasi sebesar Rp 4.000.000 sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana.
Baznas memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh sekolah yang telah bergerak tanpa menunggu instruksi.

Baznas Ajak Sekolah Lain Ikut Berpartisipasi
Dr. Aang menegaskan bahwa inisiatif cepat tiga sekolah tersebut menjadi contoh nyata bahwa lembaga pendidikan dapat menjadi motor penggerak aksi kemanusiaan.
“Semoga semakin banyak lembaga yang mengikuti langkah mulia ini. Semakin cepat dana terkumpul, semakin cepat pula bantuan dapat disalurkan ke masyarakat Sumatra,” ujarnya.
Baznas Kuningan juga membuka ruang kolaborasi untuk donasi uang, logistik, maupun bentuk kepedulian lain dari sekolah, madrasah, organisasi masyarakat, hingga komunitas di Kabupaten Kuningan. (OM)





