KUNINGAN ONLINE – Anggota MPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, H. Rokhmat Ardiyan, kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat wawasan kebangsaan di kalangan masyarakat, terutama generasi muda. Hal itu ia sampaikan dalam kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI yang digelar bersama Komunitas Motor di Kuningan, Kamis (3/7/2025) sore.
Dalam kegiatan tersebut, Rokhmat menyampaikan pentingnya pemuda menjadi pelopor dalam menjaga dan mengamalkan nilai-nilai ideologi negara.
Empat Pilar MPR RI yang meliputi Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika, menurutnya, bukan sekadar semboyan, melainkan fondasi hidup berbangsa dan bernegara yang harus ditanamkan sejak dini.
“Pemuda adalah masa depan bangsa. Tapi tanpa karakter kebangsaan, masa depan itu bisa rapuh. Kita harus pastikan generasi muda tumbuh dengan kepribadian yang Pancasilais dan cinta NKRI,” tegas Rokhmat di hadapan peserta sosialisasi.
Politikus asal Dapil Jawa Barat X itu juga mengajak seluruh peserta untuk tidak sekadar memahami teori, tetapi mengaplikasikan nilai-nilai Empat Pilar dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam lingkungan keluarga, sekolah, komunitas, maupun media sosial.
Ia juga menekankan bahwa Pancasila adalah warisan luhur bangsa yang harus terus dijaga dari berbagai ancaman, termasuk radikalisme, intoleransi, dan pengaruh budaya asing yang tidak sesuai dengan jati diri bangsa Indonesia.
“Kita boleh modern, boleh maju, tapi jangan kehilangan akar budaya dan ideologi kita. Pancasila itu roh bangsa Indonesia,” ujar Rokhmat suami dari Dian Marina Puspita (DMP).
Rokhmat yang juga menjabat sebagai Kapoksi Komisi XII DPR RI menambahkan, kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata kehadiran MPR RI dalam merawat kebangsaan dari akar rumput.
Salah satu peserta, Hendra Gunawan, anggota komunitas motor. Menurutnya, pendekatan yang dilakukan Rokhmat Ardiyan sangat membumi dan relevan dengan dunia anak muda saat ini.
“Penyampaiannya santai tapi mengena. Apalagi ada kuis seputar Pancasila dan nilai agama, itu bikin kita lebih ingat dan merasa terlibat aktif. Ini bukan sekadar acara formal, tapi benar-benar memberi bekal ideologis,” katanya.
Peserta tampak antusias mengikuti pemaparan dan sesi interaktif yang diselingi dengan kuis seputar wawasan kebangsaan. Kegiatan ini pun ditutup dengan pembagian buku saku Empat Pilar kepada seluruh peserta. (OM)





