Anak Buah Prabowo, H Rokhmat Ardiyan Dorong Pariwisata Kuningan Terintegrasi, UMKM dan Ekonomi Rakyat Jadi Prioritas

Wisata53 views

KUNINGAN ONLINE – Anggota Komisi XII DPR RI dari Daerah Pemilihan Jawa Barat X, H. Rokhmat Ardiyan, M.M., mendorong penguatan ekosistem pariwisata Kabupaten Kuningan yang terintegrasi, berkelanjutan, dan mampu memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Rokhmat dalam momentum peringatan Hari Pariwisata Sedunia atau World Tourism Day 2026 di Joglo Arunika, Kabupaten Kuningan, Senin (28/9/2026).

Iklan

Kegiatan tersebut dihadiri jajaran Pemerintah Kabupaten Kuningan, pelaku usaha pariwisata, UMKM, ekonomi kreatif, serta masyarakat.

Menurut Rokhmat, Kuningan memiliki potensi pariwisata yang sangat besar, mulai dari keindahan alam Gunung Ciremai, kekayaan budaya, kuliner khas, desa wisata, hingga kreativitas masyarakat yang dapat menjadi kekuatan ekonomi daerah.

Iklan

“Kuningan ini sebenarnya memiliki modal pariwisata yang sangat lengkap. Ada alam, budaya, kuliner, desa wisata, ekonomi kreatif, dan tentu saja masyarakat yang menjadi kekuatan utama. Tinggal bagaimana seluruh potensi itu kita kelola dalam satu ekosistem yang terintegrasi,” ujar Rokhmat suami Hj. Dian Marina Puspita (DMP).

Kapoksi Komisi XII DPR RI Fraksi Gerindra tersebut menegaskan, pengembangan pariwisata tidak cukup hanya dengan mempercantik destinasi wisata. Diperlukan dukungan infrastruktur, aksesibilitas, kebersihan, promosi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta keterlibatan UMKM.

Pariwisata Harus Berdampak pada Ekonomi Masyarakat

Rokhmat menilai keberhasilan sektor pariwisata tidak semata-mata diukur dari jumlah kunjungan wisatawan, tetapi juga dari seberapa besar manfaat ekonomi yang dirasakan masyarakat di sekitar destinasi.

Ia berharap wisatawan yang berkunjung ke Kuningan tidak hanya menikmati keindahan alam, tetapi juga menginap di homestay lokal, membeli produk UMKM, menikmati kuliner masyarakat, serta menggunakan jasa pelaku usaha setempat.

“Jangan sampai wisatawan datang, tetapi masyarakat di sekitar destinasi tidak mendapatkan manfaat ekonomi yang berarti. Kita ingin wisatawan datang, menginap, makan di warung masyarakat, membeli produk UMKM, menggunakan jasa masyarakat lokal, dan membawa pulang cerita tentang Kuningan,” kata anak buah Prabowo Subianto.

Menurutnya, ekosistem pariwisata yang berjalan dengan baik akan memberikan dampak berantai terhadap berbagai sektor, mulai dari penginapan, restoran, transportasi, pemandu wisata, petani, pengrajin, pedagang, hingga pelaku ekonomi kreatif.

Dengan demikian, pariwisata dapat menjadi salah satu penggerak ekonomi kerakyatan sekaligus membuka peluang usaha dan lapangan kerja baru.

Dorong Digitalisasi dan Pendampingan UMKM

Dalam menghadapi perubahan perilaku wisatawan, Rokhmat juga mendorong transformasi digital bagi pelaku pariwisata dan UMKM di Kabupaten Kuningan.

Menurutnya, promosi melalui media sosial, sistem informasi destinasi, pemesanan digital, pembayaran nontunai, serta pemasaran produk secara daring menjadi bagian penting dalam memperluas jangkauan pasar.

“Sekarang wisatawan mencari destinasi melalui handphone. Mereka melihat tempatnya, membaca ulasan, mencari kuliner, melihat akses, bahkan melakukan pemesanan secara digital. Karena itu, pelaku pariwisata dan UMKM kita juga harus didorong masuk ke ekosistem digital,” ungkapnya.

Meski demikian, ia mengingatkan agar digitalisasi tidak menjadi beban tambahan bagi pelaku usaha kecil.

Pemerintah dan pemangku kepentingan, lanjutnya, perlu memberikan pelatihan, pendampingan, akses teknologi, dukungan pemasaran, hingga pembiayaan agar UMKM mampu beradaptasi dengan perkembangan digital.

“Jangan hanya mengatakan UMKM harus go digital. Kita juga harus mengajari, mendampingi, dan memberikan aksesnya,” tegas Rokhmat.

Selain itu, ia mendorong adanya kemudahan perizinan usaha yang sederhana, transparan, dan memberikan kepastian bagi masyarakat yang ingin mengembangkan usaha di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Kelestarian Gunung Ciremai Jadi Perhatian

Rokhmat juga menekankan bahwa pengembangan pariwisata Kuningan harus berjalan seiring dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan.

Gunung Ciremai dan kekayaan alam Kuningan, menurutnya, merupakan aset penting yang harus dijaga melalui pengelolaan sampah, perlindungan sumber air, kebersihan kawasan, serta penerapan prinsip pariwisata berkelanjutan.

“Kalau kita menjual keindahan alam, maka alamnya harus kita rawat. Jangan sampai kita mengejar jumlah wisatawan tetapi merusak sumber daya yang menjadi daya tarik utama pariwisata kita,” ujarnya.

Ia berharap pengembangan sektor pariwisata tidak hanya memberikan pengalaman bagi wisatawan saat ini, tetapi juga memastikan generasi mendatang tetap dapat menikmati keindahan alam dan kekayaan budaya Kuningan.

Bangun Koridor Wisata Jawa Barat X

Lebih lanjut, Rokhmat menilai pengembangan pariwisata membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah, DPR, dunia usaha, komunitas, akademisi, media, hingga masyarakat.

Menurutnya, sinergi antarpemangku kepentingan diperlukan untuk mengidentifikasi potensi, menyelesaikan persoalan, dan menyusun langkah bersama dalam membangun sektor pariwisata yang berdaya saing.

Sebagai anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan Jawa Barat X yang meliputi Kabupaten Kuningan, Ciamis, Kota Banjar, dan Pangandaran, ia juga melihat peluang pengembangan jejaring pariwisata lintas daerah.

Kuningan dengan wisata alam pegunungan, budaya, dan sejarah; Ciamis dengan kekayaan budaya dan desa wisata; Kota Banjar sebagai wilayah penghubung; serta Pangandaran dengan wisata bahari dan pesisir, dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai koridor pariwisata yang saling melengkapi.

“Kalau kita lihat Jawa Barat X, sebenarnya ada sebuah koridor pariwisata yang menarik. Masing-masing daerah memiliki keunggulan. Tinggal bagaimana konektivitas, promosi, paket wisata dan ekonomi masyarakatnya kita bangun bersama,” tutur Rokhmat.

Ia berharap momentum Hari Pariwisata Sedunia 2026 tidak berhenti sebagai seremoni, tetapi menjadi penguat komitmen seluruh pihak dalam membangun pariwisata yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Ukuran keberhasilan pariwisata bukan hanya berapa banyak orang datang. Tetapi apakah masyarakat semakin sejahtera, UMKM semakin tumbuh, lapangan kerja semakin terbuka, lingkungan tetap terjaga, dan anak-anak muda melihat pariwisata sebagai masa depan yang menjanjikan,” katanya.

Rokhmat pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat kolaborasi demi mendorong kemajuan pariwisata Kuningan yang berdaya saing, tetap menjaga alam dan budaya, serta menghadirkan kesejahteraan bagi masyarakat.

Menurutnya, masa depan pariwisata Kuningan bukan hanya berada di tangan pemerintah dan pelaku usaha, tetapi juga masyarakat yang hidup dan menggantungkan masa depan ekonominya pada kekayaan daerah tersebut. (OM)