KUNINGAN ONLINE – Seni wayang golek merupakan warisan budaya adiluhung yang perlu di jaga oleh semua pihak.
Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah, Dian Rachmat Yanuar dalam kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan yakni Binojakrama Padalangan, di Hotel Purnama Mulia, Kecamatan Cigugur.
Menurutnya, regenerasi dalang dan penabung gamelan menjadi sangat penting peranannya. Sebab, seni wayang adalah khazanah budaya yang wajib didukung pengembangan dan pelestarianya.
“Pagelaran wayang juga menjadi media bertutur tentang nilai-nilai kebaikan universal, amanat norma agama dan sosial yang disampaikan dengan cara yang halus, sehingga mudah diterima oleh semua kalangan,” tutur Dian dalam keterangan tertulis, Selasa (28/8).
Dian menceritakan, bahwa petua yang disampaikan oleh Ki Semar biasanya menjadi cara yang bijak untuk menanamkan kebaikan.
“Untuk itu saya menyambut baik inisiatif kegiatan binojakrama padalangan yang digagas oleh Disdikbud Kabupaten Kuningan,” ucapnya.
Untuk itu budaya wayang golek, Dian menuturkan, memerankan berbagai posisi penting dan menjadi wujud kreatifitas, imajinasi, kreasi seni dari seorang dalang dan rombongan seninya.
“Saat ini kita perlu mengeemas pegelaran wayang secara lebih banyak dan memasukan unsur-unsur kemajuan zaman yang tidak merusak nilai-nilai luhur yang ada pada seni wayang golek Itu sendiri,” tuturnya.
Dalam melestarikan dan menarik minat penongton, Dian mengajak untuk menemukan formula yang tepat agar daya tarik pentas wayang golek tetap terjaga dan dapat dikembangkan.
Pagelaran wayang golek, lanjut Dian, sebagai hiburan massal adalah modal untuk menjadikan seni wayang golek menjadi pilihan hiburan masyarakat.
“Kabupaten Kuningan yang menitikberatkan pada pengembangan sektor pariwisata berbasis alam dan budaya dapat memanfaatkan daya tarik dan kekayaan seni budaya wayang golek sebagai bagian dari industri wisata dan seni di Kabupaten Kuningan,” imbuhnya.
Selain itu, pihaknya mengajak, semua pihak untuk berkolaborasi, karena pada zaman ini hampir sulit menjadi pemain tunggal.
“Pasti kita memerlukan dukungan berbagai pihak untuk mewujudkan kerja besar menjadi Kabupaten Pariwisata termaju di Jawa Barat dengan terus melestarikan kearifan lokal. Salah satunya Seni Wayang Golek,” ujarnya.
“Sebagai upaya pelestariannya wayang golek bisa dijadikan muatan lokal di sekolah, agar peserta didik lebih mengenal, dan mencintai seni budayanya sendiri,” pungkasnya. (OM)





