KUNINGAN ONLINE – Kabar gembira bagi warga Jawa Barat, pasalnya tren kasus Covid-19 sudah tidak tinggi dan untuk sekarang berada pada level 2 serta tidak ada zona merah di setiap Kota /Kabupaten.
“Hanya saja untuk sekarang kami mendorong dan memperbolehkan kegiatan masyarakat baik ekonomi, ataupun kegiatan yang lainnya. Tapi tetap untuk menerapkan Prokes yang harus dijaga dan pola hidup bersih. Jangan sampai kendor dan juga vaksin salah satu ikhtiar kami adalah berakhir dengan vaksin,” ujar Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum saat usai kegiatan di Kelurahan Windusengkahan Kuningan, Sabtu (25/9).
Kalau masyarakat divaksin, Kang Uu mengaku Insya Allah kebebasan aktivitas masyarakat akan terus dilaksanakan. Negara-negara luar kenapa tidak memakai masker, dan juga aktivitas sudah bebas karena vaksinasinya sudah selesai.
“Kami ingin di masyarakat jabar 80% sudah divaksin dari jumlah penduduk 50 juta, berarti sekitar 30 juta masyarakat sudah divaksin. Sekarang yang sudah divaksin baru sekitar 14 juta tahap kesatu, dan juga tahap kedua sekitar 7 juta,” ungkapnya.
Kang Uu berharap, ingin perhari vaksin itu sekitar 500 ribu orang. Meski sekarang baru terealisasi sekitar 350 ribu orang perhari.
“Berarti estimasi kami Desember akhir tahun selesai 80% dengan jangkauan 15 juta perbulan. Sekarang saya minta kepada masyarakat untuk bersama-sama mengantisipasi dan melaksanakan vaksinasi sebagai ikhtiar dari pemerintah untuk bersama melalui pandemi Covis-19 ini,” imbuhnya.
Tentunya dengan ketaatan masyarakat, kang Uu mengungkapkan sangat membantu sekali dan dirinya mengucapkan terimakasih atas nama pemprov jabar bahwa level di jabar menjadi level 2.
“Kaitan dengan pemulihan ekonomi, pemerintah memberikan berbagai program dengan saat ini dalam proses pemulihan ekonomi. Sekarang sedang mendorong UKM-UKM dengan memberikan pelatihan, dan memberikan bantuan, termasuk saat ini disektor pertanian dan perikanan untuk mendorong pada peningkatan ekonomi di Jabar,” ungkapnya.
Tapi untuk sekarang, Uu menuturkan belum merata dan belum adil. Namun, pemerintah bukan hanya meningkatkan ekonomi tapi juga ingin merata dan adil.
“Sesuai dengan pembangunan di jabar bisa terus dilakukan untuk kepentingan di masyarakat. Dan juga harus dinikmati oleh seluruh wilayah di jabar. Jadi tidak hanya di kota-kota tertentu saja, kecamatan-kecamatan tertentu, kemudian desa-desa itu saja,” tuturnya.
Melainkan juga harus merata dan adil. Maka salah satu kekuatan kelompok tani, pengembangan desa wisata dan yang lainnya itu harus ditingkatkan dalam rangka pemulihan ekonomi di jabar. (OM)





