KUNINGAN ONLINE – Kegiatan Obrolan Mahasiswa Jogja–Kuningan (Om-Jok) 2026 yang digagas Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Kuningan (IPMK) Yogyakarta kembali digelar sebagai ruang strategis untuk menautkan mimpi pelajar daerah dengan pengalaman mahasiswa perantauan.
Kegiatan yang berlangsung di Sanggariang, Jalan Siliwangi, Kuningan tersebut secara resmi dibuka oleh Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., dan diikuti ratusan pelajar SLTA/sederajat serta mahasiswa asal Kuningan.
Dengan tema “Menyulam Asa Merangkai Cita”, Om-Jok 2026 dirancang tidak hanya sebagai ajang temu kangen, tetapi sebagai wahana berbagi pengalaman, motivasi, dan gambaran nyata dunia pendidikan tinggi bagi pelajar yang tengah mempersiapkan masa depan.
Ketua Pelaksana Om-Jok 2026, Hiro Isya Syuhada, menyampaikan bahwa Om-Jok menjadi forum penting untuk memperpendek jarak informasi antara pelajar dan mahasiswa, khususnya terkait dunia kampus dan pilihan studi.
“Om-Jok kami rancang agar adik-adik pelajar tidak hanya mendapatkan informasi, tetapi juga inspirasi dan keberanian untuk bermimpi lebih jauh,” ungkapnya, Sabtu (31/1/2026)
Rangkaian kegiatan Om-Jok 2026 meliputi diskusi interaktif, talkshow pendidikan, try out, pameran kampus, hingga penampilan seni kreatif. Antusiasme peserta terlihat sejak awal kegiatan, terutama saat sesi dialog dan berbagi pengalaman.
Dalam sambutannya, Bupati Dian menilai Om-Jok sebagai bentuk kontribusi nyata mahasiswa perantauan terhadap pembangunan sumber daya manusia di daerah. Ia menekankan bahwa masa depan Kuningan sangat bergantung pada kualitas generasi mudanya hari ini.
“Pembangunan tidak cukup dengan infrastruktur. Yang paling menentukan adalah kualitas manusianya,” ujar Bupati.
Bupati Dian juga mengingatkan pelajar agar tidak terjebak pada rasa minder akibat keterbatasan ekonomi maupun asal daerah. Menurutnya, keberhasilan seseorang sangat ditentukan oleh ketekunan, keberanian, dan kemauan untuk terus belajar.
Selain itu, Bupati menyoroti tantangan bonus demografi yang akan dihadapi Indonesia menuju 2045. Ia menegaskan bahwa generasi muda harus disiapkan sejak dini agar mampu menjadi kekuatan pembangunan, bukan justru menambah persoalan.
“Anak-anak muda harus menjadi pelaku pembangunan, bukan penonton,” tegasnya.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Dian juga mendorong pelajar untuk menguasai keterampilan abad ke-21, seperti kreativitas, kemampuan berkolaborasi, komunikasi yang baik, berpikir kritis, serta adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Menutup kegiatan pembukaan, Bupati Dian berpesan agar pelajar dan mahasiswa tidak melupakan identitas daerah dalam perjalanan meraih cita-cita.
“Ke mana pun kalian melangkah, bawa nama Kuningan dalam setiap prestasi,” pungkasnya. (OM)





