98 Tahun Sumpah Pemuda, Dasco Serukan Persatuan yang Berdampak Nyata bagi Rakyat

Politik, Sosial58 views

JAKARTA — Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mengajak seluruh elemen bangsa, khususnya generasi muda, untuk memperkuat persatuan dan mengutamakan kepentingan nasional di tengah ketidakpastian geopolitik dan geoekonomi dunia.

Menurutnya, semangat Sumpah Pemuda harus diwujudkan melalui kerja nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Iklan

Dalam momentum peringatan 98 tahun Sumpah Pemuda pada Rabu (28/10/2026), Dasco menegaskan bahwa persatuan tidak cukup hanya menjadi semboyan. Semangat kebangsaan harus tercermin dalam kolaborasi, kebijakan, serta keputusan yang mampu menjawab tantangan dan kebutuhan rakyat.

“Karena itu, persatuan tidak boleh berhenti menjadi semboyan. Ia harus menjelma menjadi kemampuan negara dalam mengambil keputusan yang tepat, cepat, dan adil,” ujar Dasco dalam keterangannya.

Iklan

Ia menjelaskan, dinamika global saat ini berpotensi memberikan dampak langsung terhadap kehidupan masyarakat Indonesia. Ketegangan di Timur Tengah, misalnya, dapat memengaruhi harga energi, biaya logistik, kelancaran distribusi barang, hingga harga kebutuhan pokok.

Selain itu, kawasan Asia Tenggara juga menghadapi berbagai tantangan, mulai dari dinamika Laut China Selatan, keamanan jalur pelayaran, kejahatan lintas batas, hingga ancaman siber. Situasi tersebut membutuhkan koordinasi dan kerja sama yang kuat agar kepentingan nasional tetap terlindungi.

Menurut Dasco, persatuan justru semakin dibutuhkan ketika bangsa menghadapi tekanan dan ketidakpastian. Perbedaan pandangan maupun kepentingan kelompok tidak seharusnya menghalangi upaya bersama dalam menjaga stabilitas dan memperjuangkan kesejahteraan masyarakat.

Ia pun mengajak masyarakat meneladani perjuangan para pemuda pada 1928. Kala itu, pemuda dari berbagai daerah, suku, dan organisasi mampu mengesampingkan sekat-sekat perbedaan demi membangun cita-cita bersama sebagai satu bangsa, Indonesia.

Semangat tersebut, lanjutnya, tetap relevan untuk menjawab tantangan hampir satu abad kemudian. Generasi muda diharapkan mampu meneruskan keberanian para pendahulunya dengan tetap berpikir kritis, terbuka terhadap perubahan, serta mengutamakan kepentingan bangsa.

“Itulah keberanian politik generasi 1928, menempatkan cita-cita bangsa di atas batas kelompok. Dan keberanian semacam itu kembali dituntut dari kita hari ini. Dunia saat ini sedang bergerak dalam ketidakpastian geopolitik dan geoekonomi,” jelasnya.

Dasco menambahkan, generasi muda masa kini memang menghadapi tantangan yang berbeda dari para pendahulunya. Namun, nilai keberanian, keterbukaan, dan kebersamaan yang diwariskan melalui Sumpah Pemuda tetap menjadi landasan penting dalam menghadapi perubahan zaman.

Ia menekankan bahwa persatuan tidak berarti menghilangkan sikap kritis. Sebaliknya, kebersamaan harus berjalan beriringan dengan kemampuan menyampaikan pandangan secara terbuka, mempertimbangkan kepentingan bersama, dan mengambil keputusan secara bijaksana.

Menutup pesannya pada peringatan Sumpah Pemuda tahun ini, Dasco mengajak seluruh kekuatan bangsa, terutama generasi muda, untuk terus merawat semangat persatuan dan menjadikannya sebagai kekuatan dalam menghadapi tantangan global.

“Saya mengajak kepada seluruh kekuatan bangsa, terutama generasi muda, untuk menjaga semangat itu,” pungkasnya.

Ia berharap semangat Sumpah Pemuda tidak hanya dikenang sebagai bagian dari sejarah, tetapi juga diwujudkan dalam tindakan nyata yang memperkuat persatuan, melindungi kepentingan nasional, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (OM)