185 Pendidik Ikuti Leadership Boot Camp IGTKI Ciawigebang, Perkuat Kepemimpinan dan Kekompakan

Pendidikan360 views

KUNINGAN ONLINE – Sebanyak 185 guru dan kepala sekolah dari empat kecamatan mengikuti kegiatan Leadership Boot Camp IGTKI-PGRI Cabang Ciawigebang bertema “Memimpin dengan Hati dan Strategi”.

Kegiatan ini menjadi wadah untuk meningkatkan kapasitas kepemimpinan, mempererat silaturahmi, serta memperkuat kolaborasi dalam mendukung kualitas pendidikan anak usia dini.

Iklan

Peserta berasal dari Kecamatan Ciawigebang, Cidahu, Cipicung, dan Kalimanggis. Kegiatan ini juga terlaksana melalui kerja sama dengan Penerbit Erlangga, Grage Resort, serta Cordyline Indonesia sebagai pemandu kegiatan, Sabtu (17/10/2026).

Ketua IGTKI-PGRI Cabang Ciawigebang, Cuphaeti, S.Pd., dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar agenda peningkatan kapasitas, tetapi juga momentum untuk membangun kesadaran tentang pentingnya kepemimpinan yang mengedepankan empati dan strategi.

Iklan

“Memimpin bukan hanya tentang siapa yang berada di depan, siapa yang memberikan arahan, atau siapa yang mengambil keputusan. Lebih dari itu, memimpin adalah tentang bagaimana kita mampu mendengarkan, memahami, merangkul, dan menggerakkan orang lain menuju tujuan bersama,” ungkap Cuphaeti.

Menurutnya, guru merupakan pemimpin pembelajaran di kelas, sedangkan kepala sekolah berperan menggerakkan seluruh warga sekolah. Karena itu, keduanya perlu memiliki kemampuan komunikasi, kerja sama, dan kepemimpinan yang baik.

“Hati mengajarkan kita untuk memahami sesama, sedangkan strategi membantu kita menentukan arah dan langkah. Ketika keduanya berjalan beriringan, kepemimpinan tidak hanya menghasilkan pencapaian, tetapi juga menumbuhkan kepercayaan dan membangun kebersamaan,” tuturnya.

Cuphaeti menambahkan, pendidikan bukan semata-mata tentang materi yang diajarkan, melainkan juga nilai-nilai yang diteladankan kepada anak-anak sejak usia dini.

Outbound Latih Emosi, Kemandirian, dan Kerja Sama Tim

Rangkaian kegiatan juga diisi dengan aktivitas outbound yang dirancang untuk menggali dan mengembangkan berbagai potensi para guru.

Melalui sejumlah permainan dan tantangan kelompok, peserta dilatih mengelola emosi, menjaga kebugaran, mengurangi stres, serta meningkatkan kemandirian dan keberanian.

Aktivitas tersebut juga membantu meningkatkan kerja sama tim, komunikasi efektif, dan kemampuan kepemimpinan. Pengalaman ini diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun organisasi.

Selain itu, peserta diajak meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan melalui kebiasaan sederhana, seperti membuang sampah pada tempatnya, membawa botol minum sendiri, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, dan menggunakan barang secara bijak.

Cuphaeti berharap kegiatan ini dapat memperkuat solidaritas anggota IGTKI-PGRI Cabang Ciawigebang sekaligus mempersiapkan calon-calon pemimpin organisasi pada masa mendatang.

Yuli Pramiati Tekankan Pentingnya Kompetensi dan Kekompakan

Ketua IGTKI-PGRI Kabupaten Kuningan, Yuli Pramiati, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan Capacity Building yang merupakan hasil kerja sama IGTKI-PGRI Cabang dengan Penerbit Erlangga.

Iklan

Ia mengucapkan terima kasih kepada Penerbit Erlangga atas dukungan dan kerja sama yang telah terjalin, serta kepada seluruh anggota IGTKI yang telah berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

“Semoga kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga menambah wawasan, memperkuat kompetensi, dan meningkatkan semangat kita dalam mendidik anak-anak usia dini,” ujar Yuli.

Ia mengajak seluruh anggota IGTKI-PGRI untuk terus menjaga kekompakan, mempererat kebersamaan, dan saling mendukung demi kemajuan organisasi serta peningkatan kualitas pendidikan anak usia dini.

Menurutnya, kolaborasi antara organisasi dan berbagai mitra pendidikan diharapkan mampu memberikan manfaat nyata bagi para pendidik.

“Semoga kerja sama ini membawa manfaat dan keberkahan bagi kita semua,” ungkapnya.

Menutup sambutannya, Yuli menyampaikan pantun yang mengajak para guru TK untuk terus menjaga persahabatan dan kekompakan.

Bunga melati tumbuh di taman,
Harum semerbak di pagi hari.
Mari perkuat tali pertemanan,
Guru TK kompak sepenuh hati.

Jalan-jalan ke Kuningan,
Jalannya ke Aruji lewat kantor Samsat.
IGTKI teruslah bergandengan,
Bersatu, kompak, makin melesat!

Dicky Mahardika Dorong Penguatan Kepemimpinan Pendidik

Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan Pendidikan Masyarakat (Dikmas) Disdikbud Kabupaten Kuningan, Dicky Mahardika, turut hadir dalam kegiatan tersebut.

Ia mengungkapkan bahwa penguatan kapasitas guru dan kepala sekolah menjadi bagian penting dalam mendukung peningkatan kualitas layanan pendidikan anak usia dini. Kepemimpinan, komunikasi, kerja sama, dan keteladanan diperlukan untuk membangun lingkungan belajar yang positif bagi anak-anak.

Momentum Regenerasi Kepengurusan

Cuphaeti menjelaskan, kegiatan ini juga menjadi momentum refleksi menjelang berakhirnya masa kepengurusan IGTKI-PGRI Cabang Ciawigebang yang telah berjalan selama tiga tahun.

Ia mengakui bahwa selama menjalankan amanah organisasi tentu terdapat keterbatasan dan kekurangan. Meski demikian, pengurus telah berupaya memberikan kontribusi terbaik untuk menjaga dan memajukan organisasi.

“Bagi kami, mengabdi bukan berarti harus selalu berada di depan. Mengabdi juga berarti memberikan ruang bagi generasi berikutnya untuk melanjutkan perjalanan,” tuturnya.

Ia berharap IGTKI-PGRI Cabang Ciawigebang terus berkembang menjadi organisasi yang solid, mampu melahirkan pemimpin-pemimpin baru, serta menjadi rumah bagi para pendidik untuk bertukar gagasan dan saling menguatkan.

Melalui kegiatan Leadership Boot Camp, peserta diharapkan tidak hanya membawa pulang kenangan, tetapi juga tekad untuk menerapkan ilmu, memperkuat kepemimpinan, dan menciptakan perubahan positif di tempat pengabdian masing-masing.

Cuphaeti berharap IGTKI-PGRI Cabang Ciawigebang senantiasa menjadi wadah yang menguatkan para pendidik serta berkontribusi dalam melahirkan generasi masa depan yang cerdas, berkarakter, dan berbudi pekerti luhur. (OM)