Tugu Bola Dunia Jadi Patung Kuda, Nuzul Rachdy : Pemda Cederai Nilai Historis Bupati Terdahulu

Sosial91 views

KUNINGAN ONLINE – Ketua DPRD Kabupaten Kuningan, Nuzul Rachdy, mengkritik kebijakan Pemerintah Kabupaten Kuningan yang membongkar Tugu Bola Dunia di kawasan Jalan Soekarno-Hatta untuk dialihfungsikan menjadi Bundaran Patung Kuda.

Menurut Nuzul, pembangunan ikon baru semestinya tidak dilakukan dengan menghilangkan simbol yang telah memiliki nilai historis dan menjadi bagian dari perjalanan pembangunan Kabupaten Kuningan.

Iklan

Saat dikonfirmasi, Jumat (21/8/2026), Nuzul menegaskan bahwa setiap pemimpin daerah memiliki tanggung jawab untuk menjaga legasi atau warisan kepemimpinan sebelumnya.

“Pembangunan ikon baru tidak boleh menghapus rekam jejak yang sudah terbangun. Kalau menurut saya, legasi pimpinan sebelumnya itu harus dipertahankan. Kalau misalnya mau ada ikon baru yang menyangkut mengenai ikon Kabupaten Kuningan, ya kan bisa di tempat lain,” ujar Zul, sapaan akrabnya, kepada jurnalis Kuningan Religi.

Iklan

Ia menilai kesinambungan pembangunan daerah merupakan bagian penting dari etika kepemimpinan. Program maupun simbol yang telah dibangun oleh pemimpin terdahulu, kata dia, tidak semestinya langsung dihapus hanya karena terjadi pergantian kepemimpinan.

Zul kemudian mencontohkan praktik kesinambungan pemerintahan di daerah lain. Ia menyebut Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung yang, menurutnya, terlebih dahulu melihat program-program yang belum terselesaikan pada masa pemerintahan sebelumnya untuk kemudian dilanjutkan.

“Jadi legasi pimpinan-pimpinan sebelumnya itu dipertahankan,” tegasnya.

Tugu Bola Dunia Punya Jejak Sejarah

Tugu Bola Dunia yang berada di kawasan perlintasan Jalan Soekarno-Hatta selama bertahun-tahun menjadi salah satu penanda visual Kabupaten Kuningan.

Monumen tersebut memiliki kaitan dengan lahirnya slogan “Kuningan Bangkit” pada era kepemimpinan almarhum Bupati Kuningan H. Aang Hamid Suganda.

Keberadaan tugu itu pun telah menjadi bagian dari lanskap kota sekaligus markah tanah yang cukup dikenal masyarakat. Karena itu, pembongkarannya dinilai bukan sekadar persoalan perubahan bentuk bangunan, tetapi juga menyangkut keberadaan sebuah simbol yang telah melekat dalam ingatan publik.

Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Kuningan memiliki pertimbangan tersendiri dalam melakukan revitalisasi kawasan tersebut. Bundaran Bola Dunia akan ditata menjadi Bundaran Patung Kuda Kuningan Melesat.

Patung kuda dipilih karena kuda merupakan salah satu lambang resmi Kabupaten Kuningan yang dinilai merepresentasikan identitas daerah. Penataan tersebut juga diarahkan untuk menyesuaikan lanskap kawasan dengan semangat pembangunan dan jargon daerah yang berlaku saat ini.

Anggaran Rp200 Juta

Berdasarkan data Dokumen Pelaksanaan Anggaran Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Kuningan per Agustus 2026, proyek penataan kawasan tersebut menggunakan anggaran yang bersumber dari APBD Kabupaten Kuningan.

Nilai pagu anggaran tercatat sebesar Rp200 juta, dengan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) sebesar Rp199.445.000.

Anggaran tersebut digunakan untuk sejumlah pekerjaan, di antaranya pembongkaran Tugu Bola Dunia, pembangunan fondasi patung kuda, pemasangan plang nama slogan baru, serta penataan trotoar dan lanskap taman.

Perubahan ikon tersebut kini menjadi perhatian publik, terutama terkait bagaimana pembangunan wajah baru Kabupaten Kuningan tetap dapat berjalan tanpa menghilangkan jejak sejarah dan simbol yang telah diwariskan oleh pemerintahan sebelumnya. (OM)