Tina Wiryawati Dorong Regenerasi Pesilat Muda Kuningan, Jangan Sampai Pencak Silat Berkembang di Luar Negeri tapi Redup di Negeri Sendiri

Budaya, Sosial41 views

KUNINGAN ONLINE — Anggota Komisi dan Fraksi Partai Gerindra DPRD Provinsi Jawa Barat, Hj. Tina Wiryawati, S.H., M.M., melakukan kunjungan kerja ke Padepokan Perguruan Pencak Silat Padjadjaran Cimande Awirarangan (PPCA), Kelurahan Awirarangan, Kabupaten Kuningan, Selasa (25/8/2026).

Kunjungan tersebut menjadi momentum bagi Tina untuk menyerap aspirasi sekaligus memberikan dukungan moral kepada para pelatih dan atlet pencak silat yang selama ini aktif menjaga tradisi sekaligus mengembangkan prestasi olahraga bela diri khas Indonesia.

Iklan

Dalam pertemuan itu, Tina menyoroti semakin ketatnya persaingan pencak silat di tingkat internasional. Salah satu yang menjadi perhatian adalah perkembangan pesat pencak silat di Vietnam.

Menurutnya, perkembangan pencak silat di berbagai negara tidak terlepas dari peran pelatih-pelatih asal Indonesia yang dikirim ke luar negeri untuk memperkenalkan sekaligus mengembangkan olahraga tersebut.

Iklan

Upaya mengenalkan pencak silat ke dunia internasional dinilai penting, terutama dalam mendorong agar olahraga bela diri tradisional Indonesia tersebut semakin diterima dan berpeluang dipertandingkan dalam ajang Olimpiade.

Namun demikian, Tina mengingatkan agar proses diplomasi budaya tersebut tidak membuat pembinaan pencak silat di Indonesia justru melemah.

“Eksistensi pencak silat harus terus digelorakan ke mata dunia, namun kita juga harus memastikan bahwa akar tradisi ini tetap kuat di negeri sendiri. Jangan sampai pencak silat justru redup di Indonesia sementara berkembang pesat di luar negeri,” ujar Tina.

Tina mendorong para pelatih pencak silat di Jawa Barat, khususnya di Kabupaten Kuningan, untuk terus memperkuat pembinaan dan melahirkan atlet-atlet muda potensial.

Menurutnya, regenerasi menjadi kunci agar pencak silat tidak hanya bertahan sebagai warisan budaya, tetapi juga mampu terus menorehkan prestasi di tingkat nasional maupun internasional.

Ia juga memberikan apresiasi terhadap prestasi salah satu pesilat binaan PPCA, Nazria Intani Fatimah. Atlet muda tersebut berhasil meraih prestasi sebagai juara nasional dan mendapatkan kesempatan melanjutkan pendidikan ke Sekolah Maung.

Capaian tersebut, kata Tina, menunjukkan bahwa prestasi olahraga dapat berjalan beriringan dengan pendidikan. Jalur olahraga bahkan dapat membuka kesempatan lebih luas bagi generasi muda untuk mengembangkan masa depan akademiknya.

“Ini membuktikan bahwa olahraga, khususnya pencak silat, bukan hanya soal prestasi di arena. Kalau dibina dengan baik, olahraga juga bisa membuka jalan pendidikan dan masa depan bagi anak-anak kita,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Pelatih (Head Coach) PPCA, Dede Ahdiat Syarif, menyambut baik perhatian yang diberikan Tina Wiryawati.

Menurutnya, kehadiran dan perhatian langsung dari pemangku kebijakan menjadi suntikan motivasi bagi para pelatih maupun atlet untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan.

Ia berharap dukungan terhadap perguruan pencak silat di daerah dapat terus diperkuat, sehingga para atlet memiliki ruang yang lebih luas untuk berkembang sekaligus tetap menjaga nilai-nilai tradisi yang diwariskan para leluhur.

PPCA sendiri berkomitmen menjaga pencak silat sebagai bagian dari warisan budaya sekaligus mencetak atlet berprestasi yang mampu membawa nama Kuningan dan Jawa Barat ke tingkat nasional hingga internasional.

Dengan penguatan regenerasi, pembinaan berkelanjutan dan dukungan berbagai pihak, pencak silat diharapkan tidak hanya tetap hidup di tanah kelahirannya, tetapi juga semakin kuat menjadi identitas budaya Indonesia di mata dunia. (OM)