Tiga Kepala Desa Asal Kuningan Ikuti Program Kepala Desa Masuk Kampus di UI, Umar Hidayat: Banyak Ilmu dan Jaringan yang Didapat

DEPOK ONLINE – Tiga kepala desa asal Kabupaten Kuningan terpilih mengikuti program Kepala Desa Masuk Kampus (KDMK) Angkatan I yang diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) di Kampus Universitas Indonesia (UI), Depok, mulai 29 Juni hingga 2 Juli 2026.

Ketiga kepala desa tersebut yakni Kepala Desa Jagara Umar Hidayat, Kepala Desa Cikupa Meli Pemilia, dan Kepala Desa Ciwaru R Rien Farah Diana. Mereka menjadi bagian dari 453 kepala desa dari Pulau Jawa dan Sumatera yang dipilih berdasarkan potensi serta inovasi yang telah dikembangkan di desa masing-masing.

Iklan

Keikutsertaan ketiga kepala desa asal Kuningan tersebut merupakan tindak lanjut dari surat Kementerian Dalam Negeri yang ditujukan kepada Bupati Kuningan mengenai penetapan peserta program Kepala Desa Masuk Kampus.

Kepala Desa Jagara, Umar Hidayat, mengatakan program KDMK merupakan pengalaman yang sangat berharga bagi para kepala desa. Selama empat hari, seluruh peserta mengikuti kegiatan akademik layaknya mahasiswa yang sedang menempuh perkuliahan di Universitas Indonesia.

Iklan

“Selama empat hari kami mengikuti perkuliahan seperti mahasiswa UI dengan berbagai mata kuliah yang berkaitan dengan pemerintahan desa. Meski hanya berlangsung empat hari, banyak hikmah dan manfaat yang kami peroleh, baik dari sisi ilmu pengetahuan maupun terjalinnya silaturahmi dengan kepala desa dari berbagai daerah di Indonesia,” ujar Umar Hidayat kepada Kuninganonline.com, Kamis (2/6/2026).

Ia menjelaskan, berbagai materi yang disampaikan selama kegiatan berfokus pada penguatan kapasitas kepala desa dalam memimpin pemerintahan, meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, hingga mendorong lahirnya inovasi berbasis potensi lokal.

Menurutnya, program tersebut menjadi wadah bagi pemerintah pusat untuk mengenali berbagai potensi serta inovasi yang telah berkembang di desa-desa di seluruh Indonesia. Selain itu, para peserta juga diberikan kesempatan untuk saling bertukar pengalaman mengenai berbagai program pembangunan yang telah berhasil diterapkan di daerah masing-masing.

“Melalui kegiatan ini, pemerintah pusat dapat mengetahui secara langsung potensi dan inovasi yang dimiliki desa-desa. Sebaliknya, kepala desa memperoleh bekal untuk mengembangkan inovasi sesuai karakteristik wilayah masing-masing,” katanya.

Umar menambahkan, hasil pembelajaran selama mengikuti KDMK diharapkan dapat diterapkan setelah kembali ke daerah. Berbagai potensi desa, seperti sektor pariwisata, usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), perikanan, pertanian, hingga perkebunan menjadi bidang yang dapat terus dikembangkan melalui berbagai inovasi.

Selain itu, persoalan pengelolaan sampah yang hingga kini masih menjadi tantangan di banyak desa juga menjadi salah satu fokus pembahasan dalam kegiatan tersebut. Para peserta didorong untuk menghadirkan solusi yang inovatif agar permasalahan lingkungan dapat ditangani secara berkelanjutan.

Tidak hanya memperoleh materi di dalam kelas, para peserta juga membangun jejaring dengan ratusan kepala desa dari berbagai provinsi. Menurut Umar, jaringan tersebut menjadi modal penting untuk saling bertukar informasi, pengalaman, hingga menjalin kolaborasi dalam membangun desa.

Pada acara penutupan, Direktorat Jenderal Bina Pemerintahan Desa Kemendagri La Ode Ahmad Pidana Bolombo menyampaikan sejumlah arahan kepada seluruh peserta. Salah satunya, para kepala desa diharapkan memiliki kebanggaan karena pernah mengikuti proses pembelajaran di Universitas Indonesia melalui program Kepala Desa Masuk Kampus.

Selain sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi kepala desa yang terpilih, pemerintah juga menyampaikan bahwa peserta KDMK Angkatan I direncanakan akan kembali mendapatkan kesempatan mengikuti program lanjutan sebagai pendalaman materi, yang dikonsepkan menyerupai jenjang pendidikan lanjutan atau setara S2 di bidang pemerintahan.

Sementara itu, KDMK Angkatan II dijadwalkan akan diikuti oleh kepala desa dari wilayah Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Papua, dan Bali. Program ini diharapkan dapat terus meningkatkan kapasitas aparatur pemerintahan desa sehingga mampu menghadirkan pelayanan publik yang lebih baik, memperkuat tata kelola pemerintahan, serta mendorong lahirnya berbagai inovasi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.

Bagi Kabupaten Kuningan, terpilihnya tiga kepala desa dalam program nasional tersebut menjadi sebuah kebanggaan sekaligus pengakuan bahwa desa-desa di daerah ini memiliki potensi dan inovasi yang mampu bersaing di tingkat nasional.

Diharapkan, ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama mengikuti KDMK dapat menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di Kabupaten Kuningan untuk terus berinovasi dalam mewujudkan desa yang mandiri, maju, dan sejahtera. (OM)