KUNINGAN ONLINE – Dinas Koperasi UKM, Perdagangan, dan Perindustrian (Diskopdagperin) Kabupaten Kuningan menargetkan pembuatan 1.500 sertifikat halal bagi produk UMKM di masyarakat.
Demikian disampaikan oleh Kepala Diskopdagperin U Kusmana melalui Kepala Bidang UMKM Perindustrian, Alvin Fitranda saat ditemui diruang kerjanya, Rabu (25/1).
“Pembuatan sertifikat halal ini, merupakan sinergitas Diskopdagperin Kuningan bersama Kementerian Agama Kabupaten Kuningan,” ucapnya.
Untuk pembuatan Si-Halal ini, Alvin menerangkan Diskopdagperin Kuningan sifatnya melakukan pendampingan kepada pemohon dari pelaku UMKM agar bisa cepat mempersiapkan segala persyaratan pembuatannya.
“Tahun kemarin (2022) kita menargetkan pembuatan sertifikat halal ini sebanyak 1000 namun capaiannya ternyata melebihi target hingga 1028,” terangnya.
Selain program pembuatan sertifikat halal, pihaknya juga menargetkan pembuatan PIRT bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan, sebanyak 100 PIRT di tahun ini.
“Kemudian kita juga bekerjasama dengan Dinas Penanaman Modal dan Perijinan Satu Pintu (DPMPTSP) untuk pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB) bagi para pelaku UMKM,” imbuhnya.
Jika ada pelaku UMKM yang datang ke Diskopdagperin untuk pembuatan NIB ini, pihaknya tetap akan melayani meski secara domain soal NIB ini ada di DPMPTSP.
“Kecuali jika jumlah pemohonnya banyak, maka kita arahkan ke DPMPTSP,” ujar Alvin.
Di luar itu, Dirinya juga terus melakukan pembinaan kepada para pelaku UMKM agar bisa mengembangkan bisnis mereka.
“Kemarin kita sudah punya regulasi untuk pembinaan UMKM ini, Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) akan berdiri secara mandiri berbentuk UPTD,” kata Alvin.
Para pelaku UMKM tetap bisa dibantu secara konsisten oleh PLUT ini yang sudah berbentuk UPTD nantinya.
“Jumlah pelaku UMKM di Kuningan ini berdasarkan dari di aplikasi Si BaDu miRakyat ada sekira 60 ribuan. Ini akan terus kita bina untuk bisa eksis berusaha sambil berkembang bersama,” paparnya.
Belum lagi, lanjutnya, para pelaku UMKM ini nanti didorong bisa berprestasi menjadi UMKM-UMKM juara.
“Kita juga ada program One Pesantren One Product (OPOP) yang digulirkan Dinas Koperasi UKM Provinsi,” pungkasnya. (OM)









