Sulit Air Bersih Saat Musim Kemarau, BAZNAS Kuningan Salurkan 261 Ribu Liter

Sosial274 views

KUNINGAN ONLINE – Musim kemarau yang melanda Kabupaten Kuningan mengakibatkan sejumlah warga kesulitan mendapatkan air bersih. Menyikapi kondisi tersebut, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Kuningan turun tangan dengan menyalurkan air bersih kepada warga yang terdampak kekeringan.

Ketua BAZNAS Kabupaten Kuningan, H. Yusron Kholid, mengatakan sejak awal Agustus hingga akhir September, air bersih yang telah disalurkan mencapai 261 ribu liter. Pendistribusian air tersebut terkonsentrasi di wilayah yang mengalami dampak kekeringan cukup parah.

Iklan

“Distribusi tersebar di lima kecamatan wilayah Kuningan Timur, yakni Kecamatan Cimahi, Cibingbin, Cibeureum, Ciwaru, dan Karangkancana. Sebaran desanya lebih dari sepuluh desa,” jelas Yusron.

Dalam setiap pengiriman, BAZNAS menggunakan armada dengan kapasitas tangki mencapai 9.000 liter air bersih.

Iklan

“Ada satu desa yang kami kirim lebih dari satu kali karena memang mereka membutuhkan. Sumur-sumur mereka telah kering, mata air juga sama,” tandas Yusron.

Mantan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kuningan itu menambahkan, pendistribusian ratusan ribu liter air bersih tersebut merupakan bagian dari program BAZNAS untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.

“Kami hadir memang untuk membantu bagi yang membutuhkan. Ini ada yang dari BAZNAS RI, ada juga dari BAZNAS Jawa Barat. Tapi tetap semuanya dari para muzaki, masyarakat pemberi zakat,” tambah Yusron.

Sementara itu, Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Kabupaten Kuningan, Asep Z. Fauzi, mengatakan program pendistribusian air bersih masih akan terus dilakukan.

“Hari ini, Kamis 1 Oktober, ada juga pendistribusian ke Desa Gunungsari, Kecamatan Cimahi. Untuk prioritas desa memang yang paling membutuhkan,” ujar Asep.

Salah seorang warga Kawungsari, Asep Markus, mengatakan pendistribusian air bersih dari BAZNAS sangat membantu masyarakat. Menurutnya, sejak musim kemarau warga, khususnya di Desa Kawungsari, mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.

“Biasanya kami beli air isi ulang. Satu galon tiga sampai lima ribu. Bisa dibayangkan pengeluaran kami. Sedangkan kebutuhan air kan kebutuhan pokok. Dengan adanya bantuan air bersih dari BAZNAS, kami merasa sangat terbantu,” papar Asep Markus. (OM)