Sri Laelasari Soroti Longsor di Cigadung, Dorong Penanganan Prioritas

Insiden, Sosial67 views

KUNINGAN ONLINE – Anggota DPRD Kabupaten Kuningan dari Fraksi Gerindra, Sri Laelasari, turun langsung meninjau lokasi rumah terdampak longsor di Kelurahan Cigadung, Kabupaten Kuningan. Dalam kunjungannya, Sri mengaku prihatin melihat kondisi warga, terutama adanya rumah lansia yang bagian dapurnya ambruk akibat tergerus tanah dan aliran air.

“Saya turun langsung ke lapangan melihat titik longsor di Cigadung. Ada dua rumah yang dapurnya ambruk dan di dalamnya ada lansia. Saya sangat prihatin dengan kondisi tersebut,” ujar Sri Laelasari kepada awak media, Kamis (28/5/2026).

Iklan

Menurutnya, kawasan Cigadung saat ini perlu menjadi perhatian serius pemerintah daerah karena memiliki potensi kerawanan bencana yang cukup tinggi. Ia menjelaskan, di wilayah tersebut terdapat aliran kali kecil dan rawa yang membuat kondisi tanah mudah terkikis, terlebih saat musim hujan.

“Saya awalnya juga kaget, karena posisinya di perkotaan. Tapi setelah melihat langsung ternyata kondisi tanahnya cukup dalam dan rawan terkikis air. Banyak rumah yang dari depan terlihat bagus, tetapi bagian tanah di belakangnya sudah bergerak dan tergerus,” katanya.

Iklan

Sri mengatakan, dalam beberapa waktu terakhir kejadian longsor dan rumah ambruk di Cigadung terjadi secara berdekatan. Kondisi itu menurutnya menjadi tanda bahwa penanganan tidak bisa dilakukan secara parsial.

“Sekarang kejadiannya terlalu sering dan berdekatan. Jadi tidak bisa satu-satu penanganannya. Cigadung ini memang harus menjadi titik fokus karena aliran air dari atas semuanya bermuara ke sini,” ungkapnya.

Sebagai wakil rakyat, Sri mengaku telah berkoordinasi dengan dinas terkait untuk mencari solusi penanganan. Ia menyebut dalam waktu dekat akan ada pembangunan di kawasan tersebut, meski membutuhkan anggaran yang cukup besar karena berkaitan dengan pembangunan jalan dan penguatan struktur tanah.

“Saya sudah sampaikan ke dinas terkait dan alhamdulillah dalam waktu dekat akan ada penanganan. Namun memang membutuhkan biaya yang tidak sedikit karena bukan hanya membangun jalan, tapi juga penguatan area yang rawan longsor,” jelasnya.

Selain itu, Sri juga menerima kedatangan warga Cigadung ke kantornya pada Senin lalu untuk menyampaikan keluhan serupa terkait kondisi lingkungan yang rawan longsor dan terkikis air.

Ia berharap pemerintah daerah dapat menjadikan penanganan longsor di Cigadung sebagai prioritas pembangunan ke depan. Sri juga berencana mengajak kepala desa dan berbagai pihak untuk duduk bersama membahas solusi jangka panjang.

“Mudah-mudahan ada solusi terbaik. Saya ingin mengajak semua pihak, termasuk pemerintah desa dan dinas terkait, agar kondisi Cigadung ini benar-benar menjadi perhatian bersama,” pungkasnya. (OM)