Sosialisasi IPAL, KLHK dan DPR RI H Rokhmat Ardiyan Dorong Penanganan Limbah Kohe di Cigugur

Politik, Sosial1,436 views

KUNINGAN ONLINE – Sebagai upaya pengelolaan kotoran hewan (kohe), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) berkolaborasi dengan anggota DPR RI Komisi XII menggelar Sosialisasi Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di Desa Cipari, Kecamatan Cigugur, Senin (13/10).

Kegiatan tersebut bertujuan memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan limbah peternakan serta upaya mengurangi pencemaran lingkungan di kawasan peternakan, khususnya di Desa Cipari.

Iklan

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Camat Cigugur Yono Rahmansah, Anggota DPR RI Komisi XII Rokhmat Ardiyan, serta perwakilan dari KLHK.

Dalam sambutannya, Camat Cigugur Yono Rahmansah mengungkapkan bahwa persoalan kotoran hewan di wilayahnya masih menjadi masalah klasik yang belum tertangani secara optimal.

Iklan

“Kohe di Kecamatan Cigugur ini masih menjadi masalah klasik. Di sisi lain, Kecamatan Cigugur merupakan penyetor susu terbaik di Jawa Barat. Program penanganan kohe sebenarnya sudah ada, namun pelaksanaannya belum optimal,” ujarnya.

Ia menjelaskan, setiap hari produksi kohe di wilayah Cigugur mencapai 20 hingga 30 ton. Jika tidak dikelola dengan baik, lanjutnya, limbah tersebut dapat menimbulkan bau tidak sedap, mencemari aliran air, bahkan merusak kualitas tanah.

“Setiap hari ada ketimpangan dalam proses pengelolaannya. Produksi kohe mencapai 20–30 ton, tapi pasar atau pemanfaatannya masih belum jelas. Semoga melalui sosialisasi ini muncul solusi dan pencerahan bersama,” tutur Yono.

Sementara itu, Anggota DPR RI Komisi XII Rokhmat Ardiyan menilai kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata kepedulian pemerintah terhadap permasalahan lingkungan, khususnya di sektor peternakan yang memiliki potensi ekonomi tinggi bagi masyarakat.

“Fungsi DPR RI bukan hanya pengawasan, penganggaran, dan legislasi, tetapi juga hadir langsung ke masyarakat sebagai problem solver untuk mencari solusi bersama,” tegasnya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam penanganan limbah kohe. Menurutnya, kesadaran dan komitmen bersama sangat dibutuhkan untuk menjaga kelestarian lingkungan.

“Ternak sapi sangat dibutuhkan masyarakat, termasuk hasil susunya. Namun kita juga harus memastikan pengelolaannya dilakukan dengan sistem yang efektif dan tata kelola yang baik. Mari kita jaga lingkungan ini dengan semangat dan solusi bersama,” tambah Rokhmat.

Sosialisasi kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Iwan Nirawandi, S.Si., M.E., dari Direktorat Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Wilayah Pesisir dan Laut KLHK, yang juga Koordinator Pokja Perencanaan dan Infrastruktur Hijau.

Dalam pemaparannya, Iwan menjelaskan strategi pengelolaan kotoran hewan agar tidak mencemari lingkungan, serta bagaimana limbah tersebut dapat memiliki nilai ekonomi.

“Kohe yang dikelola dengan baik bisa diubah menjadi pupuk organik yang menyuburkan tanah, energi terbarukan seperti biogas, hingga bahan pengelolaan limbah melalui sistem IPAL,” tutupnya. (OM)