Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan, Rokhmat Ardiyan Libatkan Tokoh Masyarakat hingga Karang Taruna di Kuningan

Politik, Sosial169 views

KUNINGAN ONLINE – Anggota MPR/DPR RI, H. Rokhmat Ardiyan, menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan MPR RI di Kabupaten Kuningan bersama tokoh masyarakat, ibu-ibu PKK, serta Karang Taruna desa setempat, Selasa (9/12/2025).

Kegiatan ini merupakan bagian dari tugas konstitusional Anggota MPR RI dalam memperkuat pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai kebangsaan, yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika.

Iklan

Dalam kesempatan tersebut, politisi asal Daerah Pemilihan Jawa Barat X (Kuningan, Ciamis, Banjar, dan Pangandaran) itu mengajak masyarakat untuk berinteraksi aktif. Bahkan, Rokhmat Ardiyan sempat memberikan pertanyaan kepada warga yang hafal dan memahami Empat Pilar Kebangsaan. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi dialog serta tanya jawab.

Salah seorang warga, Ibu Neneng, menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan sosialisasi tersebut.

Iklan

“Masyarakat mengapresiasi kegiatan ini, semoga bisa dirutinkan acara seperti ini,” ujarnya.

Menanggapi hal itu, Rokhmat Ardiyan mengucapkan terima kasih atas antusiasme warga.

“Terima kasih atas apresiasinya. Insyaallah kegiatan seperti ini akan kami adakan secara rutin,” jawabnya.

Pertanyaan juga datang dari Bapak Iwan, yang menanyakan alasan Pancasila disebut sebagai dasar negara Indonesia serta perannya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Rokhmat menjelaskan bahwa Pancasila merupakan dasar negara karena memuat nilai-nilai fundamental yang menjadi pedoman dalam penyelenggaraan kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Lima sila Pancasila mencerminkan pandangan hidup bangsa Indonesia, mulai dari kepercayaan kepada Tuhan, penghargaan terhadap kemanusiaan, persatuan, demokrasi, hingga keadilan sosial. Pancasila menjadi landasan hukum, politik, ekonomi, dan sosial, sekaligus perekat bangsa yang majemuk agar tetap bersatu dalam keberagaman,” jelasnya.

Sementara itu, Ibu Suri mempertanyakan bagaimana penerapan sila kedua, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, dalam kehidupan sehari-hari.

Menurut Rokhmat, sila tersebut dapat diwujudkan melalui sikap saling menghormati, menghargai hak orang lain, serta menolak segala bentuk diskriminasi.

“Contohnya di sekolah, siswa diajarkan menghargai teman tanpa membedakan suku, agama, maupun status sosial. Di masyarakat, penerapannya terlihat dalam kegiatan gotong royong, kepedulian terhadap sesama, dan penolakan terhadap segala bentuk kekerasan,” paparnya.

Selain menyampaikan materi Empat Pilar Kebangsaan, Rokhmat Ardiyan yang juga menjabat sebagai Ketua Kelompok Fraksi (Kapoksi) Komisi XII DPR RI menegaskan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan hidup. Ia menyoroti peran masyarakat dalam pengelolaan sampah sebagai bagian dari tanggung jawab bersama demi keberlanjutan lingkungan.

Pada kesempatan tersebut, Rokhmat Ardiyan juga memaparkan program listrik gratis yang telah dan terus diperjuangkannya bagi masyarakat kurang mampu di daerah pemilihannya. Program ini merupakan bentuk kepedulian nyata terhadap kebutuhan dasar masyarakat sekaligus upaya mendorong pemerataan akses energi.

“Listrik merupakan kebutuhan mendasar yang sangat berpengaruh terhadap kualitas hidup masyarakat. Melalui program listrik gratis ini, kami berharap dapat membantu meringankan beban warga sekaligus mendukung peningkatan kesejahteraan,” ungkapnya.

Melalui kegiatan sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan yang disinergikan dengan program-program nyata seperti listrik gratis, diharapkan pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai kebangsaan semakin meningkat dan dapat diimplementasikan secara konkret dalam kehidupan sehari-hari. (OM)