SDN Haurkuning Perkuat Pendidikan Holistik, Padukan Akademik, Keagamaan, dan Seni Tradisi

Pendidikan150 views

KUNINGAN ONLINE – SD Negeri Haurkuning, Kecamatan Nusaherang, Kabupaten Kuningan, terus memperkuat kualitas pendidikan melalui penanaman karakter, pengembangan bakat siswa, serta pelestarian seni dan budaya tradisional.

Dengan mengedepankan nilai keimanan, ketakwaan, dan kecerdasan, sekolah ini berupaya mencetak generasi yang unggul, berkarakter, dan peduli terhadap lingkungan.

Iklan

Kepala SDN Haurkuning, Elis Kurniasih, S.Pd.SD., M.Pd., menyampaikan bahwa saat ini sekolah memiliki 285 siswa dengan dukungan 18 tenaga pendidik dan 12 rombongan belajar (rombel).

Menurutnya, perkembangan tersebut tidak terlepas dari upaya sekolah dalam menghadirkan lingkungan belajar yang kondusif, sekaligus memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan potensi akademik maupun nonakademik.

Iklan

Merger Sekolah pada 2007

Elis menjelaskan, perjalanan SDN Haurkuning tidak terlepas dari proses penggabungan atau merger sekolah yang dilaksanakan pada Juli 2007.

Saat itu, kepala sekolah dijabat oleh Mantri Opid, sedangkan Elis masih bertugas sebagai guru.

Penggabungan dilakukan untuk menciptakan proses pembelajaran yang lebih kondusif. Sebelumnya, kondisi sekolah dengan ruang kelas dalam satu hamparan dinilai kurang ideal. Selain itu, jumlah siswa di sejumlah sekolah sekitar kerap mengalami ketimpangan meskipun telah dilakukan pembagian wilayah penerimaan siswa.

“Merger dilakukan agar pengelolaan sekolah lebih efektif dan kegiatan belajar mengajar bisa berjalan lebih kondusif,” ujarnya kepada Kuninganonline.com, Rabu (14/10/2026).

Tanamkan Keimanan dan Karakter Siswa

Dalam menjalankan pendidikan, SDN Haurkuning memiliki visi untuk mewujudkan sekolah yang beriman, bertakwa, dan berkarakter, sekaligus menghasilkan lulusan yang cerdas secara intelektual, sosial, serta keagamaan.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui program Gerbang Berkah atau Gerakan Bersih dan Berkah yang rutin dilaksanakan setiap Jumat.

Kegiatan tersebut diisi dengan salat duha berjamaah, pembacaan Surah Yasin, selawatan, serta kegiatan Jumat Bersih untuk menumbuhkan kepedulian siswa terhadap kebersihan lingkungan sekolah.

Sekolah juga telah membentuk Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK) sejak 2023. Tim ini berperan memberikan pembinaan dan meningkatkan kesadaran siswa tentang pentingnya menjaga hubungan yang baik, menghormati sesama, serta menghindari tindakan perundungan atau bullying.

Melalui pembinaan secara berkelanjutan, pihak sekolah berupaya menjaga lingkungan pendidikan agar tetap aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang siswa.

Kembangkan Seni Tradisional dan Ekstrakurikuler

Selain pendidikan akademik, SDN Haurkuning memberikan perhatian terhadap pengembangan bakat dan minat siswa melalui sekitar tujuh kegiatan ekstrakurikuler yang pelaksanaannya difokuskan pada hari Sabtu.

Berbagai kegiatan tersebut antara lain seni degung, angklung, pencak silat, bola voli, futsal, dan kegiatan lainnya.

Pengembangan ekstrakurikuler tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan keterampilan siswa, tetapi juga menjadi sarana menanamkan kedisiplinan, kerja sama, kepercayaan diri, dan kecintaan terhadap budaya daerah.

Sejumlah prestasi pun pernah diraih. Ekstrakurikuler pencak silat berhasil meraih juara kedua di tingkat Kabupaten Kuningan dalam ajang yang disebut Nengtipa. Sementara itu, kelompok seni degung pernah meraih juara harapan pertama dan berkesempatan tampil dalam sejumlah kegiatan.

Sekolah juga turut berpartisipasi dalam kegiatan pameran seni tradisional di tingkat provinsi.

Konsistensi dalam mengembangkan seni budaya dan kegiatan ekstrakurikuler menjadi salah satu upaya SDN Haurkuning dalam menjaga kepercayaan masyarakat. Jumlah siswa sekolah tersebut tercatat tetap berada di atas 250 orang setiap tahunnya.

Mulai Terapkan Pembelajaran Digital

Dalam menghadapi perkembangan teknologi pendidikan, SDN Haurkuning mulai memanfaatkan perangkat TV pintar atau smart TV yang diperoleh melalui bantuan pemerintah untuk mendukung pembelajaran digital.

Namun, keterbatasan jumlah perangkat membuat penggunaannya harus dilakukan secara bergiliran antarkelas setiap minggu, baik untuk kelas rendah maupun kelas tinggi.

Meski demikian, pihak sekolah berupaya memaksimalkan fasilitas yang tersedia agar siswa dapat mengenal metode pembelajaran yang lebih variatif dan sesuai dengan perkembangan zaman.

Harapkan Dukungan Sarana dan Prasarana

Di tengah berbagai program yang dijalankan, Elis berharap adanya dukungan lebih luas dari pemerintah, donatur, maupun pihak swasta untuk membantu memenuhi kebutuhan sarana dan prasarana sekolah.

Menurutnya, sejumlah fasilitas penunjang, seperti peralatan olahraga, alat musik angklung, perangkat degung, dan perlengkapan pembelajaran lainnya, masih membutuhkan perhatian.

Keterbatasan anggaran membuat sekolah harus mengatur penggunaan dana yang tersedia secara cermat agar kebutuhan operasional dan pembelajaran tetap terpenuhi.

Karena itu, dukungan dari berbagai pihak diharapkan dapat membantu sekolah mengembangkan potensi siswa secara lebih optimal tanpa sepenuhnya bergantung pada dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP).

Elis juga mengapresiasi kepedulian tokoh masyarakat, termasuk Andi Gani Nena Wea, yang memberikan perhatian terhadap pengembangan lingkungan pendidikan. Salah satu upaya yang tengah diproses adalah pembuatan taman baca di depan sekolah.

Keberadaan taman baca tersebut diharapkan dapat menjadi ruang alternatif bagi siswa untuk meningkatkan minat baca sekaligus memperluas akses terhadap pengetahuan.

Dengan dukungan tenaga pendidik, program pembentukan karakter, pengembangan seni budaya, serta perhatian terhadap lingkungan, SDN Haurkuning berkomitmen untuk terus meningkatkan mutu pendidikan dan menciptakan generasi yang cerdas, berakhlak, kreatif, serta mencintai budaya daerah. (OM)