SDN 1 Lebakwangi Perkuat Branding Sekolah Lewat Paskibra, Duta Baca hingga Dokter Cilik

Pendidikan177 views

KUNINGAN ONLINE – SDN 1 Lebakwangi terus memperkuat branding sekolah melalui berbagai program unggulan yang berorientasi pada pembentukan karakter, peningkatan kemampuan akademik, serta pembiasaan hidup sehat bagi siswa.

Kepala SDN 1 Lebakwangi, Haris Fadillah, mengatakan salah satu identitas utama yang saat ini dikembangkan sekolah adalah kegiatan Paskibra. Program tersebut tidak hanya diarahkan untuk meraih prestasi dalam berbagai perlombaan, tetapi lebih jauh menjadi sarana pembentukan karakter peserta didik.

Iklan

“Branding kami memang terfokus pada Paskibra. Melalui Paskibra ini kami berharap dapat membentuk karakter siswa-siswi kami,” ujar Haris kepada Kuninganonline.com, Kamis (10/9/2026).

Menurutnya, kedisiplinan yang ditanamkan melalui Paskibra dan Polisi Cilik (Pocil) diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap berbagai kebiasaan siswa. Mulai dari kedisiplinan waktu, kegiatan belajar, hingga kesadaran menjalankan tanggung jawab tanpa harus selalu mendapatkan instruksi dari guru.

Iklan

Haris mencontohkan perubahan yang terlihat dalam aktivitas sehari-hari di sekolah. Ketika tidak ada guru di kelas, siswa diharapkan tetap mampu menjaga kedisiplinan. Begitu pula dengan kegiatan piket dan merawat lingkungan sekolah.

“Kalau dulu anak-anak harus disuruh untuk menyiram bunga dan sebagainya, sekarang dengan adanya kegiatan ini, kesadaran itu tumbuh dengan sendirinya,” katanya.

Bagi Haris, prestasi berupa juara dalam perlombaan bukanlah tujuan utama. Menurutnya, kemenangan merupakan bonus dari proses pembinaan yang dilakukan secara konsisten.

“Yang sangat kami harapkan adalah pembentukan karakter, perubahan sikap, dan perubahan kebiasaan ke arah yang lebih positif. Kalau mendapat juara atau kemenangan dalam perlombaan, itu hanyalah bonus,” ungkapnya.

Bangun Generasi Hebat dan Berakhlak Mulia

Meski baru sekitar enam bulan memimpin SDN 1 Lebakwangi, Haris telah membawa sejumlah program yang menjadi bagian dari visi pengembangan sekolah.

Ia menyebut visi utama yang diusung adalah menciptakan generasi yang hebat, memiliki jiwa kepemimpinan, serta berakhlak mulia.

Namun, fokus sekolah tidak hanya pada kegiatan Paskibra dan Pocil. Bidang akademik juga tetap menjadi perhatian, salah satunya melalui penguatan budaya literasi.

Sekolah kini mengembangkan program Duta Baca dengan menerapkan sistem tutor sebaya. Siswa kelas 5 dan 6 yang ditunjuk sebagai Duta Baca membantu siswa kelas rendah yang masih mengalami kesulitan membaca.

“Duta Baca ini menerapkan sistem tutor sebaya. Anak-anak kelas 5 dan 6 mendampingi adik-adiknya di kelas rendah yang masih kesulitan membaca,” jelas Haris.

Untuk mendukung program tersebut, sekolah menyediakan buku-buku cerita dan memanfaatkan area lapangan sebagai salah satu tempat kegiatan literasi yang dilaksanakan setiap Selasa.

Kembangkan Duta Pocil, Dokter Cilik dan Gerbang Berkah

Selain Paskibra dan Duta Baca, SDN 1 Lebakwangi juga mengembangkan sejumlah program lain.

Di bidang pembinaan kedisiplinan dan kerja sama dengan aparat, sekolah memiliki program Duta Polisi Cilik (Pocil) yang telah diperkuat melalui kerja sama dengan pihak kepolisian.

Sementara di bidang kesehatan, sekolah tengah merintis program Dokter Cilik melalui kerja sama dengan Puskesmas setempat. Program tersebut diarahkan untuk meningkatkan kesadaran siswa terhadap kebersihan dan kesehatan, termasuk pemeriksaan kebersihan gigi.

Sekolah juga menyiapkan fasilitas pendukung seperti tempat untuk menggosok gigi dan sarana cuci tangan di kelas.

Di bidang keagamaan dan pembentukan akhlak, sekolah menjalankan program Gerbang Berkah. Salah satu bentuk kegiatannya adalah pembiasaan salat Duha bersama sebagai upaya meningkatkan akhlakul karimah siswa.

Ke depan, Haris juga berencana mengembangkan zona khusus literasi di lingkungan sekolah untuk semakin memperkuat budaya membaca di kalangan peserta didik.

210 Siswa, Bergerak Bersama untuk Kemajuan Sekolah

Saat ini SDN 1 Lebakwangi memiliki sekitar 210 siswa. Dengan jumlah tersebut, Haris berharap seluruh unsur sekolah dapat saling mendukung dalam menjalankan berbagai program yang telah dirancang.

Menurutnya, keberhasilan sekolah tidak hanya ditentukan oleh kepala sekolah maupun guru, tetapi membutuhkan keterlibatan siswa, orang tua, dan seluruh elemen pendidikan.

“Semoga kita bisa saling mendukung untuk kemajuan bersama, demi Kuningan Melesat,” pungkas Haris. (OM)