Perkuat Kapasitas Relawan, MDMC dan HW UM Kuningan Ikuti Latihan Gabungan Kebencanaan Se-Jawa Barat

Sosial206 views

KUNINGAN ONLINE – Lembaga Resiliensi Bencana (LRB) atau Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Kabupaten Kuningan bersama Hizbul Wathan (HW) Universitas Muhammadiyah (UM) Kuningan mengikuti latihan gabungan kebencanaan se-Jawa Barat.

Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu-Senin, 22-24 Agustus 2026, tersebut digelar di Bumi Perkemahan d’Peak Bongkor, Kecamatan Cilengkrang, Kabupaten Bandung. Kegiatan diikuti LRB/MDMC se-Jawa Barat, LLHPB Pimpinan Wilayah Aisyiyah Jawa Barat, LLHPB Pimpinan Daerah Aisyiyah se-Jawa Barat, serta Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah (PTMA) se-Jawa Barat.

Iklan

Latihan gabungan tersebut turut dihadiri langsung oleh perwakilan MDMC Pusat dan dibuka oleh Bendahara Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Barat.

Sesuai surat edaran MDMC Jawa Barat, Kabupaten Kuningan mengirimkan 10 delegasi yang terdiri atas lima relawan MDMC dan lima anggota Hizbul Wathan UM Kuningan.

Iklan

Kegiatan ini menjadi sarana untuk meningkatkan kapasitas dan kesiapsiagaan relawan dalam menghadapi berbagai situasi kebencanaan. Para peserta mendapatkan sejumlah materi, mulai dari Fiqih Tarjih Kebencanaan, pengenalan kebencanaan, tata cara penanganan korban saat terjadi bencana, kesehatan dan Resusitasi Jantung Paru (RJP), psikososial, trauma healing, pos koordinasi hingga manajemen logistik.

Memasuki hari kedua dan ketiga, peserta tidak hanya mendapatkan pembekalan teori, tetapi juga mengikuti praktik dan simulasi penanganan kondisi darurat. Simulasi meliputi Pos Koordinasi, Pos Pelayanan, RJP, trauma healing, serta tata cara penanganan luka bakar dan luka lainnya yang dilaksanakan melalui pembagian lima divisi.

Pembina Hizbul Wathan UM Kuningan, Yoga Prayoga, M.Pd., mengatakan latihan gabungan tersebut penting untuk menanamkan nilai-nilai kemanusiaan, kepedulian, keberanian, kedisiplinan, kerja sama, dan keikhlasan kepada para relawan.

“Semangat yang dibangun bukan hanya tentang kemampuan menghadapi bencana, tetapi juga tentang bagaimana kita hadir ketika masyarakat membutuhkan pertolongan,” ujar Yoga.

Menurutnya, relawan Muhammadiyah memiliki peran penting dalam merespons bencana di lapangan. Relawan dituntut mampu bertindak cepat, bekerja sama, memiliki kepedulian tinggi, serta tetap mengutamakan keselamatan dan nilai-nilai kemanusiaan.

Melalui latihan gabungan tersebut, Yoga berharap lahir generasi muda yang tidak hanya terampil dan tangguh dalam menghadapi bencana, tetapi juga memiliki jiwa kemanusiaan yang kuat.

“Ketika melihat saudara kita mengalami musibah, kita tidak hanya merasa iba, tetapi terdorong untuk hadir, membantu, dan memberikan manfaat sesuai kemampuan yang kita miliki,” katanya.

Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) sendiri merupakan lembaga resmi di bawah Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang bertugas mengoordinasikan sumber daya Muhammadiyah dalam penanggulangan bencana.

Peran MDMC mencakup berbagai tahapan penanggulangan bencana, mulai dari mitigasi, kesiapsiagaan, tanggap darurat hingga pemulihan pascabencana di berbagai wilayah Indonesia.

Dengan adanya latihan bersama lintas daerah dan lembaga tersebut, kapasitas relawan diharapkan semakin kuat sehingga mampu memberikan respons yang cepat, terarah, dan humanis ketika bencana terjadi. (OM)