Paguyuban Silihwangi Majakuning Dukung BPBD Majalengka Cegah Karhutla di Ciremai

MAJALENGKA ONLINE – Dukungan terhadap upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai terus menguat.

Kali ini, warga desa penyangga yang tergabung dalam Paguyuban Silihwangi Majakuning—yang terdiri dari Kelompok Tani Hutan (KTH) dan Masyarakat Peduli Api (MPA)—menyatakan apresiasi terhadap langkah BPBD Kabupaten Majalengka yang melibatkan masyarakat dalam kegiatan Gladi Pencegahan Karhutla, Kamis (30/4/2026).

Iklan

Dukungan tersebut dinilai akan memperkuat sistem mitigasi bencana di wilayah rawan karhutla, khususnya di lereng Gunung Ciremai yang berbatasan langsung dengan desa-desa penyangga kawasan hutan.

Ketua Paguyuban Silihwangi Majakuning, H. Nandar Junar Arif, S.Hut., menegaskan bahwa peran masyarakat desa penyangga merupakan elemen kunci dalam sistem penanggulangan karhutla berbasis komunitas.

Iklan

Menurutnya, sinergi antara BPBD Majalengka, Balai TNGC, dan kelompok masyarakat menjadi kekuatan utama dalam pencegahan sejak dini, terutama menghadapi dampak El Niño yang berpotensi meningkatkan kekeringan dan kebakaran vegetasi.

“Paguyuban Silihwangi Majakuning bersama KTH dan MPA siap mendukung penuh langkah BPBD Majalengka. Kami adalah garda terdepan di lapangan, sehingga deteksi dini dan patroli menjadi bagian dari tanggung jawab bersama,” ujar Nandar.

Ia menjelaskan, keterlibatan masyarakat tidak hanya sebatas kegiatan simulasi, tetapi juga dalam patroli rutin kawasan hutan bersama pihak TNGC, edukasi kepada warga, serta pengawasan potensi sumber api di sekitar permukiman dan lahan pertanian.

Ia mengatakan, pendekatan berbasis komunitas lebih efektif dalam menjaga kawasan konservasi karena masyarakat merupakan pihak terdekat dengan wilayah hutan dan paling cepat merespons potensi kebakaran.

“Kolaborasi ini harus terus diperkuat. Tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Masyarakat harus menjadi bagian utama dalam sistem pencegahan,” tambahnya.

Sebagai langkah antisipasi menghadapi musim kemarau, Paguyuban Silihwangi Majakuning juga telah menyalurkan bantuan peralatan pemadaman awal berupa waterjet shooter punggung kepada sejumlah KTH. Peralatan tersebut digunakan untuk mendukung respons cepat saat muncul titik api, terutama di medan yang sulit dijangkau kendaraan pemadam.

Dukungan serupa disampaikan oleh berbagai KTH dan MPA dari sejumlah desa, seperti KTH Caladi Sakti, KTH Cikaracak, KTH Ciremai Indah, KTH Cangehgar, KTH Indrakila, KTH Gunungwangi, KTH Argalingga, dan KTH Argamukti, yang turut hadir dalam kegiatan Gladi Pencegahan Karhutla dalam rangka menyambut Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional.

Ketua KTH Caladi Sakti, Suharman (Emen), menegaskan komitmen pihaknya dalam mendukung penguatan kesiapsiagaan karhutla.

“Caladi Sakti siap bersinergi dalam aksi nyata di lapangan. Kami tidak hanya hadir saat simulasi, tetapi juga aktif dalam patroli rutin dan penguatan kesadaran masyarakat. Ini bentuk tanggung jawab moral kita terhadap kelestarian Ciremai,” ujarnya.

Melalui kolaborasi yang semakin kuat antara pemerintah dan masyarakat, sistem mitigasi karhutla di Kabupaten Majalengka diharapkan menjadi lebih adaptif dan responsif dalam menghadapi potensi peningkatan risiko pada puncak musim kemarau mendatang. (OM)