Orado Kenalkan Domino sebagai Cabor Resmi di Porpemdes III, Siap Jaring Atlet Berprestasi Kuningan

KUNINGAN ONLINE – Cabang olahraga domino semakin menunjukkan eksistensinya di Kabupaten Kuningan. Melalui keikutsertaan dalam Pekan Olahraga Pemerintah Desa (Porpemdes) III yang digelar di J&J, Sabtu (4/7/2026), Olahraga Domino Indonesia (Orado) memperkenalkan diri sebagai cabang olahraga resmi yang telah diakui oleh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Orado Kuningan, Rais, mengatakan kehadiran Orado dalam Porpemdes III menjadi momentum penting untuk mengenalkan domino kepada masyarakat sebagai olahraga yang mengedepankan strategi, konsentrasi, dan kecerdasan.

Iklan

“Secara administrasi kami sudah terdaftar di KONI Pusat. Untuk tingkat kabupaten, saat ini kami masih terus berkoordinasi dan menunggu momentum yang tepat agar dapat bersinergi dengan KONI Kabupaten Kuningan,” ujar Rais di sela kegiatan.

Menurutnya, setelah pelaksanaan launching dan pengukuhan pengurus di De’Zon beberapa waktu lalu, Porpemdes III menjadi ajang resmi kedua bagi Orado untuk tampil di hadapan masyarakat. Ke depan, pihaknya berkomitmen untuk terus berpartisipasi dalam berbagai agenda olahraga yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Kuningan.

Iklan

Rais mengungkapkan antusiasme masyarakat terhadap olahraga domino cukup tinggi. Hal itu terlihat dari keikutsertaan atlet perwakilan dari 22 kecamatan di Kabupaten Kuningan dalam kompetisi Porpemdes III.

Melihat potensi tersebut, Orado Kuningan juga membuka kesempatan bagi masyarakat, komunitas, maupun klub domino untuk bergabung menjadi anggota resmi organisasi.

“Kami sangat membutuhkan tim atau klub-klub baru yang ingin bergabung. Bagi masyarakat yang berminat, silakan mendaftar. Nanti informasi dan prosedur pendaftarannya akan kami sebarkan melalui pamflet dan media lainnya,” katanya.

Lebih lanjut, Rais berharap ajang Porpemdes mampu menjadi sarana penjaringan atlet-atlet potensial yang nantinya dipersiapkan untuk berlaga pada tingkat yang lebih tinggi, mulai dari Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat hingga Pekan Olahraga Nasional (PON).

Ia menjelaskan, cabang olahraga domino memiliki beberapa kategori pertandingan, yakni kategori junior untuk atlet di bawah usia 18 tahun, kategori senior bagi atlet berusia 18 tahun ke atas tanpa batas usia maksimal, serta kategori wanita yang memberikan ruang bagi atlet perempuan untuk berprestasi.

“Di tingkat nasional, cabor domino sebenarnya sudah berkembang dan memiliki kejuaraan. Kemarin juaranya dari Sulawesi. Karena kami di Kuningan masih tergolong baru, publikasinya memang belum begitu masif. Namun kami optimistis ke depan akan lahir atlet-atlet domino dari Kuningan yang mampu bersaing di tingkat regional maupun nasional,” ujarnya.

Rais menambahkan, Orado juga membawa misi untuk mengubah stigma masyarakat terhadap permainan domino atau gaple yang selama ini kerap dipandang negatif. Menurutnya, domino merupakan olahraga yang mengasah kemampuan berpikir, strategi, dan pengambilan keputusan.

“Sesuai tagline kami, Orado Memintarkan Indonesia, kami ingin domino dikenal sebagai olahraga otak yang mampu melatih kecerdasan, sportivitas, dan strategi, sehingga semakin banyak masyarakat yang tertarik menekuninya sebagai cabang olahraga prestasi,” pungkas Rais. (OM)