Monitoring Dapur MBG di Kuningan, H Rokhmat Ardiyan Tekankan Pentingnya Protein dan Sayur untuk Anak

Politik, Sosial137 views

KUNINGAN ONLINE – Anggota DPR RI Komisi XII, H. Rokhmat Ardiyan, melakukan kunjungan kerja sekaligus monitoring pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan ketahanan pangan di Kabupaten Kuningan, Selasa (28/4/2026). Salah satu titik yang ditinjau yakni Dapur MBG Sangkanurip yang berlokasi di SPPG Yayasan Guna Insan Mandiri, Bandorasa Wetan.

Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan program strategis pemerintah berjalan sesuai tujuan, khususnya dalam pemenuhan gizi anak-anak mulai dari tingkat PAUD hingga pendidikan dasar.

Iklan

Dalam keterangannya, Rokhmat menegaskan bahwa Program MBG merupakan bentuk nyata kepedulian pemerintah terhadap masa depan generasi bangsa. Menurutnya, program ini bukan sekadar penyediaan makanan, tetapi investasi jangka panjang untuk menciptakan generasi yang sehat, kuat, dan cerdas.

“Ini adalah program kasih sayang, program kepedulian, yang memiliki harapan besar untuk masa depan anak-anak kita. Agar mereka tumbuh sehat, kuat, dan memiliki kecerdasan yang baik,” ujarnya saat meninjau langsung proses penyediaan makanan.

Iklan

Ia juga menyoroti pentingnya menjaga standar kebersihan dapur serta kualitas bahan makanan yang digunakan. Rokhmat meminta agar penggunaan bahan pengawet dikurangi dan diganti dengan menu sehat yang kaya protein dan sayuran.

“Tadi saya pastikan penggunaan bahan pengawet harus dikurangi, diganti dengan menu sehat, banyak protein dan sayur,” tambahnya suami dari Hj. Dian Marina Puspita (DMP).

Selain itu, anak buah Prabowo mengapresiasi dukungan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah yang dinilai aktif mengawal pelaksanaan program tersebut agar berjalan efektif dan tepat sasaran.

“Saya mengapresiasi langkah pemerintah, termasuk bentuk kepedulian dari Bapak Presiden Prabowo. Ini program empati untuk rakyat. Saya juga mengapresiasi Ibu Wakil Bupati yang terus mengawal agar program ini efektif, efisien, dan tepat sasaran,” kata Politisi Partai Gerindra dapil Jabar X (Kuningan, Ciamis, Banjar dan Pangandaran).

Sementara itu, Wakil Bupati Kuningan, Amih Tuti Andriani, menyampaikan bahwa pelaksanaan dapur MBG di daerahnya masih terus dievaluasi agar sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) terbaru.

Menurutnya, setiap dapur memiliki kelebihan dan kekurangan, sehingga evaluasi rutin menjadi bagian penting untuk menjaga kualitas layanan.

“Setiap dapur pasti ada kekurangan dan kelebihan. Kekurangan yang ada selalu kami sampaikan agar disesuaikan dengan SOP terbaru,” ujarnya.

Ia menjelaskan, saat ini terdapat perubahan aturan dalam pendirian dapur MBG, mulai dari luas bangunan hingga fasilitas pendukung seperti ruang penyajian dan penyimpanan yang harus memenuhi standar tertentu.

“Dulu harus 800 meter, sekarang ada penyesuaian. Termasuk lemari pendingin dan ruang penyajian yang ber-AC juga menjadi bagian dari standar,” jelasnya.

Di Kabupaten Kuningan sendiri, saat ini terdapat sekitar 170 dapur MBG yang tersebar di berbagai wilayah. Pemerintah daerah menilai jumlah tersebut sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Sekitar 170-an dapur, menurut kami sudah cukup untuk Kuningan,” kata Amih Tuti.

Ia juga memastikan pemerataan program terus dilakukan hingga wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar), termasuk beberapa desa di Kecamatan Cilebak yang masih dalam proses penguatan distribusi.

Program MBG di Kabupaten Kuningan ditargetkan terus berjalan dengan evaluasi berkelanjutan agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh anak-anak sebagai penerima utama, sekaligus menjadi langkah nyata dalam menekan angka stunting dan meningkatkan kualitas generasi masa depan. (OM)