Menanti Besaran BPIH 2027, Kemenhaj Kuningan Ingatkan Jemaah Siapkan Dana Pelunasan

KUNINGAN ONLINE – Calon jemaah haji Kabupaten Kuningan yang masuk dalam estimasi keberangkatan tahun 2027 diminta mulai mempersiapkan diri, terutama terkait kemampuan pelunasan biaya haji dan persyaratan kesehatan.

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Kuningan, H. Ahmad Fauzi, M.Si., mengatakan besaran Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) tahun 2027 masih dalam pembahasan antara pemerintah dan Komisi VIII DPR RI.

Iklan

Menurutnya, besaran BPIH diperkirakan akan ditetapkan dan diumumkan pada Oktober 2026. Setelah besaran BPIH ditetapkan, pemerintah akan mengeluarkan Peraturan Menteri Haji Umrah (PMHU) yang mengatur jadwal pelunasan biaya haji.

“Kita masih menunggu besaran BPIH yang saat ini sedang dibahas oleh Komisi VIII DPR RI bersama Kementerian Haji dan Umrah. Kami mengimbau seluruh jemaah yang masuk estimasi keberangkatan tahun 2027 untuk mulai mempersiapkan biaya pelunasannya,” ujar Ahmad Fauzi, Rabu (7/10/2026).

Iklan

Selain kesiapan biaya, calon jemaah juga diminta segera mempersiapkan persyaratan istitha’ah kesehatan. Pemeriksaan dapat diawali melalui puskesmas masing-masing dan dilanjutkan dengan pemeriksaan kesehatan lanjutan atau Medical Check Up (MCU) di rumah sakit yang ditunjuk.

“Untuk pemeriksaan kesehatan, saya berharap seluruh jemaah yang masuk estimasi haji 2027 segera melakukan cek kesehatan melalui puskesmas masing-masing. Nanti akan dilanjutkan dengan pemeriksaan MCU sesuai rujukan dari puskesmas atau Dinas Kesehatan,” katanya.

Ahmad Fauzi menyebut, berdasarkan informasi dari Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan, terdapat dua rumah sakit yang ditunjuk untuk pemeriksaan tersebut, yakni RS 45 Kuningan dan RS Linggajati.

Ia berharap seluruh calon jemaah yang masuk dalam estimasi kuota sudah memperoleh status lulus istitha’ah ketika masa pelunasan dibuka. Dengan demikian, mereka dapat memenuhi persyaratan untuk melakukan pelunasan.

Pelunasan Haji Dibagi Dua Tahap

Ahmad Fauzi menjelaskan, pelunasan biaya haji nantinya akan dilakukan dalam dua tahap.

Tahap pertama diperuntukkan bagi jemaah yang masuk dalam alokasi kuota haji Kabupaten Kuningan tahun 2027.

Sedangkan tahap kedua diperuntukkan bagi beberapa kategori jemaah, yakni mereka yang mengalami gagal sistem saat pelunasan tahap pertama, jemaah yang mengajukan penggabungan mahram, jemaah yang mengusulkan pendamping lanjut usia, jemaah yang mengusulkan pendamping disabilitas, serta jemaah yang masuk dalam alokasi cadangan.

“Intinya, tahap satu bagi jemaah yang murni masuk alokasi kuota 2027. Kemudian tahap kedua untuk gagal sistem, gabung mahram, pendamping usia lanjut, pendamping disabilitas, dan jemaah cadangan,” jelasnya.

Setelah proses pelunasan, para jemaah juga masih memiliki sejumlah tahapan yang harus diikuti, salah satunya mengikuti manasik haji.

Manasik tersebut nantinya dapat diselenggarakan oleh pemerintah maupun Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH).

Skema Pembiayaan Masih Dibahas

Salah satu hal yang masih menjadi pembahasan adalah komposisi pembiayaan penyelenggaraan ibadah haji. Pemerintah mengusulkan skema 60 persen biaya bersumber dari nilai manfaat dan 40 persen dibebankan kepada jemaah.

Namun, skema tersebut masih dalam pembahasan di Komisi VIII DPR RI sehingga besaran dan mekanisme finalnya masih harus menunggu keputusan pemerintah bersama DPR RI.

“Kita tunggu saja hasilnya, apakah sesuai dengan usulan pemerintah atau ada skema dan mekanisme lainnya,” ujar Ahmad Fauzi.

Persiapan Dokumen dan Visa Bio

Di sisi lain, Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Kuningan mulai melakukan berbagai persiapan administrasi untuk menghadapi penyelenggaraan haji 2027.

Sejumlah paspor jemaah telah dikumpulkan. Selain itu, proses perekaman Visa Bio juga telah dilakukan terhadap sebagian jemaah.

“Kami sudah mengambil langkah-langkah. Dokumen-dokumen yang harus dipersiapkan, di antaranya paspor haji sebagian sudah terkumpul. Kemudian sudah dilakukan perekaman Visa Bio dan sebagian jemaah sudah melakukan perekaman,” katanya.

Pihaknya juga tengah mempersiapkan jadwal dan manifest jemaah, termasuk persiapan pelaksanaan manasik haji.

Ahmad Fauzi berharap seluruh proses persiapan dapat berjalan lancar sehingga jemaah yang nantinya dinyatakan memenuhi seluruh persyaratan dapat melaksanakan ibadah haji dengan kondisi sehat dan siap.

“Harapannya, jemaah diberikan kesehatan dan pada waktunya nanti bisa melaksanakan ibadah haji,” pungkasnya. (OM)

News Feed