JAKARTA ONLINE – Pemerintah Kabupaten Kuningan kembali menorehkan prestasi di bidang kesehatan. Direktorat Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI memberikan apresiasi atas keberhasilan Kuningan dalam percepatan penurunan stunting dengan capaian intervensi kesehatan mencapai 100 persen.
Apresiasi tersebut disampaikan Direktur Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas Kemenkes RI, dr. Maria Endang Sumiwi, MPH., saat pemaparan publikasi data intervensi kesehatan pencegahan stunting Triwulan II Tahun 2026 di Kantor Ditjen Kesehatan Primer dan Komunitas Kemenkes RI, Jakarta, Kamis (6/8/2026).
Dalam pemaparan tersebut, Kabupaten Kuningan dinilai berhasil melaksanakan intervensi penurunan stunting secara optimal hingga mencapai 100 persen. Capaian ini menjadi bukti komitmen Pemerintah Kabupaten Kuningan dalam menekan angka stunting melalui berbagai program kesehatan yang terintegrasi.
Menanggapi penghargaan tersebut, Ketua Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten Kuningan menyampaikan rasa syukur sekaligus mengingatkan seluruh pihak agar tidak berpuas diri.
“Apresiasi dari Kemenkes menjadi penyemangat sekaligus pengingat. Capaian 100 persen ini harus terus dipertahankan dan ditingkatkan. Jangan sampai melorot. Seluruh program intervensi pencegahan stunting, termasuk pelaksanaan Bulan Pemberian Vitamin A, harus berjalan maksimal, tepat sasaran, dan berkelanjutan,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Kuningan yang juga Wakil Bupati Kuningan, Tuti Andriani, S.H., M.Kn., menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk menjaga konsistensi capaian tersebut melalui penguatan kolaborasi lintas sektor.
“Kami memastikan setiap program tepat sasaran serta terus memperkuat sinergi antar-sektor demi masa depan gizi generasi Kuningan yang lebih sehat dan berkualitas,” ujarnya.
Tuti juga mengungkapkan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Presiden Prabowo Subianto memberikan dampak positif terhadap upaya percepatan penurunan stunting di Kabupaten Kuningan. Berdasarkan pemaparan Ditjen Kesehatan Primer dan Komunitas Kemenkes RI, Kabupaten Kuningan menempati peringkat pertama dalam penurunan stunting.
“Saya berharap seluruh tim MBG selalu menjaga kualitas makanan yang disajikan, sehingga di Kabupaten Kuningan tidak ada lagi anak stunting. Sekali lagi saya berikan apresiasi kepada seluruh tim atas tercapainya prestasi sebagai peringkat satu penurunan stunting. Semoga bisa dipertahankan,” pungkas Tuti.
Prestasi ini menjadi motivasi bagi Pemerintah Kabupaten Kuningan untuk terus memperkuat berbagai program intervensi gizi, meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan anak, serta memastikan seluruh upaya pencegahan stunting berjalan secara berkelanjutan demi terwujudnya generasi Kuningan yang sehat, cerdas, dan berkualitas. (OM)




