Harlah ke-25 Awirarangan, Bupati Dian: Ini Wajah Kota, Harus Jadi Contoh Kebersamaan dan Pendidikan

Pendidikan, Sosial208 views

KUNINGAN ONLINE — Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, menegaskan pentingnya menjaga kebersamaan dan memperkuat pendidikan generasi muda saat menghadiri puncak peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-25 Kelurahan Awirarangan, Minggu (12/4/2026).

Kegiatan yang dipusatkan di Masjid Al-Muttaqin Awirarangan itu dirangkaikan dengan khitanan massal sebagai bentuk kepedulian sosial sekaligus pembinaan generasi sejak dini.

Iklan

Dalam sambutannya, Bupati menilai Awirarangan memiliki posisi strategis sebagai kawasan penyangga sekaligus “etalase” Kabupaten Kuningan. Karena itu, menurutnya, wajah Awirarangan harus mencerminkan nilai kebersamaan, gotong royong, dan kepedulian sosial.

“Awirarangan ini adalah wajah kota. Kalau di sini kompak, bersih, dan penuh nilai kemanusiaan, maka itu menjadi cerminan Kuningan secara keseluruhan,” tegasnya.

Iklan

Ia menekankan, pembangunan tidak cukup hanya berorientasi pada fisik dan ekonomi. Pendidikan dan pembinaan moral anak-anak harus menjadi prioritas utama keluarga.

“Anak-anak ini cahaya masa depan. Pendidikan nomor satu. Jangan sampai kita sibuk mengejar materi, tapi lalai membentuk karakter dan masa depan mereka,” ujar Dian dengan nada serius.

Momentum khitanan massal yang diikuti belasan anak pun dinilai bukan sekadar kegiatan seremonial. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi bagian dari proses penting menuju kedewasaan, baik dari sisi kesehatan maupun nilai-nilai keagamaan.

Pada kesempatan yang sama, pemerintah juga menyerahkan Akta Ikrar Wakaf secara simbolis kepada nazhir DKM Al-Muttaqin. Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperkuat legalitas aset keagamaan di tengah masyarakat.

Bupati pun mendorong percepatan sertifikasi seluruh masjid dan musala di wilayah Awirarangan agar memiliki kepastian hukum yang jelas dan terlindungi.

Sementara itu, Ketua LPM Kelurahan Awirarangan, Andi Rahmat, menyampaikan bahwa peringatan harlah ke-25 diisi dengan berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat secara luas.

Mulai dari pelatihan imam masjid dan mushola, kegiatan keagamaan, hingga lomba tumpeng, semuanya dirancang untuk memperkuat kebersamaan warga.

“Puncaknya adalah khitanan massal yang memiliki nilai sosial sekaligus edukasi bagi generasi muda,” ujarnya.

Ia menambahkan, tema yang diusung tahun ini adalah “Indahnya Kebersamaan Membangun Masyarakat Awirarangan Menuju Masyarakat yang Maju dan Bermartabat.”

Menurutnya, tema tersebut bukan sekadar slogan, tetapi menjadi arah gerak bersama dalam membangun lingkungan yang lebih solid, religius, dan berdaya saing.

Kegiatan berlangsung khidmat dan penuh nuansa kekeluargaan. Hadir dalam kesempatan tersebut unsur Forkopimcam, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta berbagai elemen warga yang turut memeriahkan peringatan seperempat abad Kelurahan Awirarangan. (OM)