Hari Kesaktian Pancasila, Kadisdikbud Kuningan Dorong Penguatan Karakter dan Wawasan Kebangsaan

Pendidikan68 views

KUNINGAN ONLINE – Momentum Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober menjadi pengingat pentingnya kembali menguatkan nilai-nilai kebangsaan di lingkungan pendidikan.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kuningan, Dr. Carlan, yang akrab disapa Elon, menilai penguatan tersebut harus dilakukan secara berkelanjutan dan tidak hanya ketika momentum peringatan hari besar nasional.

Iklan

Menurutnya, salah satu bentuk kesadaran tersebut terlihat dari kembali bergeliatnya kegiatan Cerdas Cermat 4 Pilar dan wawasan kebangsaan yang melibatkan peserta didik di berbagai jenjang pendidikan.

“Empat pilar itu salah satunya Pancasila. Artinya sudah ada penyadaran lagi di jenjang persekolahan bahwa UUD 1945, Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI harus mulai digairahkan lagi,” ujar Elon.

Iklan

Ia mengatakan, generasi saat ini menghadapi zaman yang berbeda dengan generasi sebelumnya. Karena itu, pemahaman terhadap dasar-dasar kehidupan berbangsa dan bernegara perlu terus diingatkan dan ditanamkan.

“Kalau tidak diingatkan, otomatis karena memang zamannya berbeda, anak bisa tidak tahu, guru bisa lupa,” katanya.

Pihaknya mengapresiasi berbagai pihak yang mulai kembali menggelar kegiatan wawasan kebangsaan dengan sasaran peserta didik mulai dari tingkat SD/MI hingga SMP/MTs.

Menurutnya, keterlibatan guru dalam kegiatan tersebut juga menjadi bagian penting. Sebab, pendidikan karakter dan wawasan kebangsaan tidak hanya menjadi tanggung jawab peserta didik, tetapi juga membutuhkan kesadaran para pendidik.

“Justru penyelenggaranya guru. Artinya guru punya kesadaran bahwa kewajiban anak didiknya itu mengingat lagi,” ungkapnya.

Pendidikan untuk Martabat Manusia

Lebih jauh, Elon menyampaikan pandangannya mengenai tujuan besar pendidikan. Baginya, pendidikan bukan sekadar mencetak anak yang memiliki kemampuan akademik tinggi, tetapi juga menjadi jalan untuk meningkatkan derajat dan martabat manusia.

“Kalau pendidikan itu untuk martabat dan derajat manusia. Derajat dan martabat manusia itu hanya dengan ilmu, bukan dengan harta. Ilmu kata kuncinya,” tegasnya.

Ia menjelaskan, pendidikan pada dasarnya tidak hanya berlangsung di sekolah. Ada tiga komponen pendidikan yang harus berjalan secara beriringan, yakni pendidikan informal di lingkungan keluarga, pendidikan nonformal di lingkungan masyarakat maupun lembaga-lembaga, serta pendidikan formal di sekolah.

“Informal, nonformal, formal itu adalah sebuah kesatuan,” jelasnya.

Menurutnya, pendidikan formal tidak akan cukup apabila tidak didukung pendidikan di keluarga dan lingkungan masyarakat.

Kuningan sebagai Kabupaten Pendidikan

Terkait predikat Kabupaten Kuningan sebagai Kabupaten Pendidikan, Elon menyebutnya sebagai sebuah motivasi agar sektor pendidikan semakin ditempatkan sebagai bagian strategis dalam kebijakan pembangunan daerah.

“Menurut saya sebagai motivasi saja. Bahwa pendidikan itu bagian yang strategis untuk menjadi kebijakan prioritas,” ujarnya.

Elon berharap perhatian terhadap pendidikan tidak berhenti pada pembangunan sarana dan pencapaian akademik, tetapi juga menyentuh pembentukan manusia secara utuh.

Tak Sekadar Pintar, tetapi Cerdas Secara Utuh

Elon menegaskan, tujuan pendidikan adalah mencerdaskan kehidupan bangsa, bukan sekadar membuat anak menjadi pintar secara akademik.

Ia berharap anak-anak di Kabupaten Kuningan memiliki kecerdasan yang berkembang secara menyeluruh, mulai dari intelektual, emosional, spiritual hingga sosial.

“Tujuan pendidikan itu mencerdaskan kehidupan bangsa, bukan hanya memintarkan bangsa. Anak-anak kita punya kecerdasan, intelektualnya sampai, emosionalnya sampai, spiritualnya sampai, sosialnya sampai,” tuturnya.

Dengan demikian, pendidikan di Kabupaten Kuningan diharapkan mampu melahirkan generasi yang tidak hanya memiliki pengetahuan, tetapi juga karakter, kepedulian sosial, kematangan emosional, serta pemahaman terhadap nilai-nilai kebangsaan.

Momentum Hari Kesaktian Pancasila pun menjadi salah satu ruang untuk kembali mengingatkan bahwa pendidikan memiliki peran penting dalam membentuk generasi yang memahami nilai Pancasila, menghargai keberagaman, serta memiliki kesadaran sebagai bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). (OM)