Guru di Era AI, Bupati Dian: Teknologi Berkembang, Humanisme Jangan Hilang

Pendidikan21 views

KUNINGAN ONLINE – Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., mendorong para guru di Kabupaten Kuningan untuk terus meningkatkan kompetensi kepribadian dan sosial di tengah perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Hal itu disampaikan Bupati Dian saat membuka Pelatihan Nasional Kompetensi Kepribadian dan Kompetensi Sosial di SMPN 5 Kuningan, Selasa (22/9/2026).

Iklan

Kegiatan yang mengusung tema “Membangun Pendidik yang Berkarakter, Komunikatif, Kolaboratif, dan Inspiratif dalam Mewujudkan Pendidikan Berkualitas” tersebut merupakan hasil kolaborasi Universitas Indraprasta PGRI (Unindra) Jakarta dengan PGRI Kabupaten Kuningan.

Menurut Bupati Dian, pendidikan karakter tidak cukup hanya diberikan kepada peserta didik. Para guru juga harus memiliki karakter kuat dan mampu menjadi teladan bagi siswa.

Iklan

“Sebelum kita mengajarkan akhlak dan karakter kepada murid, gurunya harus terlebih dahulu dibekali dengan kompetensi kepribadian dan sosial yang kuat. Ini sangat penting,” ujar Dian.

Ia mengatakan, tantangan dunia pendidikan saat ini semakin kompleks seiring pesatnya perkembangan teknologi informasi serta perubahan karakter generasi peserta didik.

Karena itu, guru dituntut untuk terus belajar, beradaptasi, dan meningkatkan kapasitas agar mampu mengikuti perkembangan zaman.

Dian secara khusus menyoroti perkembangan AI yang kini mulai digunakan di berbagai bidang, termasuk pendidikan. Menurutnya, perubahan teknologi berlangsung sangat cepat sehingga pendidik tidak boleh mengabaikannya.

“Barang siapa hari ini di dunia pendidikan tidak memahami dan mengaplikasikan artificial intelligence, akan tertinggal oleh anak-anak kita,” tegasnya.

Meski demikian, Dian menekankan bahwa perkembangan teknologi tidak berarti menghilangkan peran guru. Menurutnya, guru memiliki kekuatan yang tidak sepenuhnya dapat digantikan oleh teknologi, terutama dalam hal keteladanan, empati, nilai kemanusiaan, dan kemampuan membangun hubungan sosial.

“Teknologi boleh berkembang, tetapi harapan, humanisme dan sifat-sifat kemanusiaan tidak bisa digantikan oleh komputer,” katanya.

Ia pun mendorong guru untuk memadukan kemampuan teknologi dengan penguatan karakter. Guru, lanjut Dian, tidak cukup hanya menguasai materi pembelajaran, tetapi juga harus mampu membangun kepercayaan peserta didik melalui keteladanan dan pendekatan yang humanis.

Dian juga mengingatkan bahwa transformasi pendidikan tidak bisa dilakukan secara instan. Perubahan harus dilakukan secara bertahap dengan menyesuaikan kondisi dan ekosistem masing-masing satuan pendidikan.

Sementara itu, Rektor Unindra Prof. Dr. H. Sumaryoto mengatakan, perkembangan era digital dan pengaruh global membuat persoalan pendidikan semakin kompleks. Kondisi tersebut menuntut guru memiliki kompetensi yang tidak hanya bersifat profesional, tetapi juga menyangkut kepribadian dan sosial.

“Kompetensi kepribadian dan sosial menjadi sangat penting. Bagaimana kita memengaruhi lingkungan, baik di dalam kelas maupun di masyarakat,” ujarnya.

Sumaryoto berharap pelatihan tersebut dapat berkontribusi terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Kuningan sekaligus memperkuat kerja sama antara Pemkab Kuningan dan Unindra.

Ketua PGRI Kabupaten Kuningan Ida Suprida, S.Pd., M.M., menyampaikan bahwa pelatihan tersebut diikuti sekitar 150 peserta yang terdiri dari kepala sekolah dan guru dari 32 cabang PGRI Kabupaten Kuningan.

Kegiatan dilaksanakan dalam empat kelas agar peserta mendapatkan ruang pembelajaran yang lebih intensif, interaktif, dan komunikatif. Selain pelatihan, kegiatan juga dirangkaikan dengan kuliah umum bagi mahasiswa S2 Unindra.

Pelatihan ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas pendidik di Kabupaten Kuningan sehingga mampu menghadirkan proses pembelajaran yang semakin berkarakter, komunikatif, kolaboratif, dan inspiratif di tengah perkembangan teknologi yang semakin dinamis. (OM)