Eris Rismayana Dorong Penguatan Literasi, Resmikan TBM Bersama KKN UIN Sunan Kalijaga di Sagaranten

Pendidikan209 views

KUNINGAN ONLINE – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta Kelompok 1 meresmikan Taman Baca Masyarakat (TBM) sekaligus menggelar Seminar Literasi di Desa Sagaranten, Kecamatan Ciwaru, Kabupaten Kuningan, Kamis (6/8/2026).

Kegiatan tersebut terlaksana berkolaborasi dengan POKJA Bunda PAUD Bidang Literasi Dinas Pendidikan Kabupaten Kuningan sebagai upaya membangun budaya literasi di tengah masyarakat.

Iklan

Ketua KKN UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Kelompok 1, M. Syaid Abdhul Zhafar, mengatakan peresmian TBM bukan sekadar menghadirkan fasilitas membaca, tetapi menjadi awal gerakan literasi yang harus terus dijaga bersama.

“Literasi merupakan fondasi utama dalam membangun sumber daya manusia yang unggul. Kami berharap TBM ini menjadi pusat pembelajaran masyarakat yang terus hidup, berkembang, dan dimanfaatkan oleh seluruh warga,” ujarnya.

Iklan

Menurutnya, budaya membaca akan membekali masyarakat menghadapi perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, serta berbagai tantangan di masa depan.

Dalam seminar tersebut, narasumber Wiwi Fatmawati, menyampaikan bahwa literasi tidak hanya dimaknai sebagai kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga kemampuan memahami informasi, mengolah pengetahuan, serta menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Ia mengajak masyarakat menjadikan membaca sebagai kebiasaan karena setiap buku yang dibaca merupakan investasi ilmu bagi masa depan.

“Melalui budaya literasi, anak-anak akan tumbuh menjadi pribadi yang kreatif, inovatif, berkarakter, dan mampu bersaing di era global,” katanya.

Sementara itu, Kasi Kelembagaan dan Sarana Prasarana PAUD dan Dikmas, Dinas Pendidikan Kabupaten Kuningan, Eris Rismayana, mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKN yang menghadirkan program literasi di Desa Sagaranten.

Menurutnya, keberadaan TBM menjadi bentuk nyata kontribusi perguruan tinggi dalam meningkatkan kualitas pendidikan masyarakat.

“Budaya literasi harus diperkuat melalui kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat agar mampu melahirkan generasi yang cerdas, berdaya saing, serta berkarakter,” ungkapnya.

Kepala Desa Sagaranten juga menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa KKN UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Kelompok 1 atas dedikasi mereka membangun TBM dan menyelenggarakan seminar literasi.

Ia berharap sinergi dengan kalangan akademisi terus berlanjut melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat guna mencetak generasi desa yang unggul dan berkualitas.

Dukungan juga datang dari Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah Ciwaru. Perwakilannya, Samsi Nugraha, menilai literasi harus ditanamkan sejak usia dini sebagai bekal intelektual generasi muda.

“Bangsa yang besar adalah bangsa yang memiliki budaya membaca yang kuat. Semoga TBM ini menjadi tempat lahirnya generasi muda yang gemar belajar dan siap menjadi pemimpin masa depan,” katanya.

Senada, Ketua Karang Taruna Bima Sakti Desa Sagaranten, Agil, mengajak para pemuda memanfaatkan TBM sebagai ruang belajar bersama.

Menurutnya, membaca merupakan gudang ilmu yang menjadi bekal utama dalam membangun kemajuan masyarakat.

Kegiatan yang dihadiri unsur pemerintah daerah, pemerintah desa, akademisi, organisasi kepemudaan, kader pendidikan, dan masyarakat itu berlangsung antusias. Kehadiran berbagai elemen tersebut menjadi bukti bahwa penguatan budaya literasi merupakan tanggung jawab bersama.

Melalui program ini, KKN UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Kelompok 1 berharap Taman Baca Masyarakat di Desa Sagaranten dapat menjadi pusat pembelajaran sepanjang hayat, memperluas akses masyarakat terhadap ilmu pengetahuan, serta melahirkan generasi yang cerdas, berkarakter, inovatif, dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045. (OM)