KUNINGAN ONLINE – H. Sunarto, S.H. resmi dikukuhkan sebagai Ketua Umum Paguron Pencak Silat Pusaka Rundayan Sinar Medal Desa Galaherang, Kecamatan Maleber, Kabupaten Kuningan, pada Sabtu, 24 Oktober 2026.
Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi kepengurusan baru untuk memperkuat organisasi, melestarikan seni budaya pencak silat, serta meningkatkan pembinaan generasi muda melalui nilai-nilai kedisiplinan, persaudaraan, dan akhlak mulia.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua IPSI Kabupaten Kuningan, Hermawan, S.Pd., M.Si., serta Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PPSI Kabupaten Kuningan, KH. Muhammad Ali Subhan, bersama unsur pemerintah, tokoh masyarakat, tokoh agama, para sesepuh pesilat, dan keluarga besar paguron.
H. Sunarto, S.H. menyampaikan bahwa pengukuhan pengurus bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan awal dari amanah dan tanggung jawab bersama untuk memajukan organisasi.
“Pengukuhan ini bukan hanya seremonial, tetapi merupakan awal dari amanah dan tanggung jawab kita bersama. Saya berharap seluruh pengurus dapat menjaga kekompakan, memperkuat persaudaraan, serta menjalankan roda organisasi dengan penuh keikhlasan dan tanggung jawab,” ujar H. Sunarto.
Ia menegaskan, keberadaan paguron pencak silat tidak hanya berorientasi pada kemampuan bela diri, tetapi juga memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda.
“Pencak silat bukan hanya tentang jurus dan keterampilan bela diri. Di dalamnya terdapat nilai-nilai budi pekerti, kedisiplinan, keberanian, kerendahan hati, serta penghormatan kepada orang tua, guru, dan sesama. Inilah nilai luhur yang harus terus kita tanamkan kepada generasi penerus,” tambahnya.
Menurut H. Sunarto, pencak silat merupakan warisan seni dan budaya bangsa Indonesia yang harus dijaga serta dilestarikan agar tidak tergerus oleh perkembangan zaman.
“Kita memiliki tanggung jawab untuk menjaga dan mewariskan pencak silat kepada generasi muda. Harapannya, Paguron Pusaka Rundayan Sinar Medal dapat menjadi wadah pembinaan karakter, penguatan persaudaraan, sekaligus tempat lahirnya pesilat-pesilat berprestasi yang mampu mengharumkan nama Desa Galaherang dan Kabupaten Kuningan,” ungkapnya.
Ia juga berharap paguron dapat membangun sinergi dengan pemerintah desa, lembaga pendidikan, tokoh agama, organisasi pencak silat, dan seluruh elemen masyarakat dalam membina generasi muda melalui kegiatan yang positif dan bermanfaat.
Selain itu, pembinaan atlet secara berkelanjutan menjadi salah satu harapan kepengurusan baru agar para pesilat mampu meraih prestasi mulai dari tingkat daerah hingga nasional.
Dalam kesempatan tersebut, penghormatan juga disampaikan kepada para pendahulu yang telah berjasa membangun dan mengembangkan paguron, yakni almarhum Abah Ketib Muhyi, pendiri Paguron Pencak Silat Sinar Medal; almarhum Abah Kiai Emod, pendiri sekaligus Guru Besar Paguron Pusaka Rundayan Sinar Medal Desa Galaherang; serta almarhum Drs. Diding, M.Ag., yang pernah menjabat sebagai Ketua Umum paguron.
H. Sunarto mengajak seluruh pengurus dan anggota untuk menjadikan semangat silih asah, silih asih, silih asuh sebagai landasan dalam berorganisasi dan menjaga keharmonisan keluarga besar paguron.
“Dengan kebersamaan, kita lestarikan pencak silat, kita jaga persaudaraan, dan kita bangun generasi muda yang berakhlak mulia, berprestasi, serta memiliki kecintaan terhadap budaya bangsa,” pungkasnya.
Melalui pengukuhan ini, Paguron Pusaka Rundayan Sinar Medal Desa Galaherang diharapkan semakin berkembang sebagai wadah pelestarian budaya, pembinaan karakter, dan pengembangan prestasi pencak silat di Kabupaten Kuningan. (OM)





