Anggota DPRD Jabar Hj Tina Wiryawati Bersama Bakesbangpol Jabar Tanamkan Karakter Bela Negara kepada Ratusan Pelajar

Pendidikan27 views

KUNINGAN ONLINE — Ratusan pelajar SMK di Kabupaten Kuningan mendapat wawasan tentang pentingnya bela negara dalam kegiatan Ngabela Nagara Batch 24 yang diselenggarakan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Jawa Barat, Selasa (15/9/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Wisma Permata, Kompleks Stadion Mashud Wisnusaputra, Kabupaten Kuningan, mengusung tema “Membangun Karakter Bela Negara bagi Generasi Muda Jawa Barat.”

Iklan

Hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Bakesbangpol Jawa Barat Rumondang Rumapea, S.A.P., Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Hj. Tina Wiryawati, S.H., M.M., serta Sekretaris Bakesbangpol Kabupaten Kuningan MH Khadafi Mufti.

Dalam kegiatan tersebut, para pelajar mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya menumbuhkan kecintaan terhadap bangsa dan negara di tengah berbagai tantangan yang dihadapi generasi muda.

Iklan

Pesatnya kemajuan teknologi menjadi salah satu tantangan yang perlu disikapi secara bijak. Selain itu, generasi muda juga dihadapkan pada berbagai pengaruh dan ancaman ideologi yang tidak sejalan dengan nilai-nilai Pancasila.

Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Hj. Tina Wiryawati, mengamanatkan kepada para pelajar agar tidak hanya memahami nilai-nilai bela negara, tetapi juga menjadi pelopor yang mengajak generasi muda lainnya untuk melakukan berbagai kegiatan positif.

Iklan

Menurut Tina, bela negara dapat diwujudkan melalui hal-hal sederhana dalam kehidupan sehari-hari, salah satunya dengan mencintai dan menjaga lingkungan.

“Bela negara tidak selalu harus diwujudkan dalam bentuk yang besar. Menjaga lingkungan, mencintai daerah, dan melakukan kegiatan positif juga merupakan bagian dari bentuk kecintaan terhadap negara,” pesannya.

Dalam kesempatan tersebut, turut dibagikan bibit pohon kepada para pelajar untuk ditanam melalui gerakan Leuweung Hejo yang digagas Bakesbangpol Jawa Barat. Gerakan tersebut menjadi salah satu upaya menanamkan kepedulian generasi muda terhadap kelestarian lingkungan.

Tina juga mengingatkan para pelajar agar tidak terlibat dalam organisasi maupun komunitas geng motor yang tidak memiliki kegiatan positif dan berpotensi merugikan masyarakat.

Ia turut menyoroti kecenderungan sebagian anak muda memodifikasi knalpot sepeda motor menjadi knalpot brong. Menurutnya, perilaku tersebut dapat mengganggu kenyamanan masyarakat dan perlu dihindari.

Para pelajar pun diingatkan mengenai adanya sanksi terhadap berbagai tindakan yang merugikan masyarakat, termasuk aksi yang dilakukan kelompok geng motor maupun penggunaan knalpot brong yang melanggar ketentuan.

Melalui kegiatan Ngabela Nagara tersebut, generasi muda diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang menebarkan kegiatan positif, menjaga lingkungan, menghormati masyarakat, serta mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. (OM)