Usai Direhabilitasi Rp2 MiliarJembatan Cijemit Kembali Difungsikan, Akses Tiga Desa Kembali Lancar

Sosial58 views

KUNINGAN ONLINE – Setelah sempat terputus akibat abrasi sungai yang menggerus fondasi dan struktur penyangga, Jembatan Tentara Pelajar Batalyon 400 Brigade XVII di Desa Cijemit, Kecamatan Ciniru, kini kembali dapat digunakan oleh masyarakat.

Jembatan yang menjadi akses vital penghubung Desa Cijemit, Gunungmanik, dan Pinara tersebut diresmikan kembali oleh Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., pada Rabu (17/6/2026).

Iklan

Perbaikan jembatan dilakukan Pemerintah Kabupaten Kuningan melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) dengan anggaran sekitar Rp2 miliar. Sebelumnya, kerusakan akibat abrasi sungai mengancam keberadaan jembatan hingga berpotensi memutus akses transportasi masyarakat di wilayah timur Kabupaten Kuningan.

Peresmian dihadiri Wakil Bupati Kuningan Tuti Andriani, S.H., M.Kn., Sekretaris Daerah U. Kusmana, S.Sos., M.Si., jajaran DPUTR, BPBD, unsur TNI-Polri, para kepala desa, serta masyarakat yang selama berbulan-bulan terdampak akibat kerusakan jembatan tersebut.

Iklan

Kepala Bidang Bina Marga DPUTR Kabupaten Kuningan, Tedy Bisma, menjelaskan rehabilitasi jembatan telah selesai dilaksanakan dan kini kembali berfungsi sebagai jalur utama aktivitas masyarakat.

“Kerusakan terjadi akibat abrasi sungai yang terus menggerus pondasi dan struktur penyangga jembatan. Kondisi ini membutuhkan penanganan segera karena menjadi akses utama masyarakat untuk berbagai aktivitas,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Desa Cijemit, Wawan Kuswara, mengungkapkan jembatan yang dibangun pada tahun 1990 tersebut memiliki peran penting dalam menunjang mobilitas warga, baik untuk kegiatan ekonomi, pendidikan maupun pelayanan publik.

Menurutnya, tanda-tanda kerusakan mulai terlihat pada April 2025 ketika muncul retakan pada badan jembatan. Kondisinya terus memburuk hingga akhirnya patah pada Desember 2025 dan harus ditutup total demi keselamatan warga.

“Alhamdulillah, berkat perhatian dan dukungan Pemerintah Kabupaten Kuningan, proses perbaikan dapat dilaksanakan dan selesai pada Juni 2026. Atas nama masyarakat, kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Bupati dan seluruh jajaran pemerintah daerah,” kata Wawan.

Dalam sambutannya, Bupati Dian menegaskan bahwa keberadaan jembatan bukan hanya sekadar infrastruktur fisik, tetapi juga memiliki makna sosial yang sangat penting bagi masyarakat.

“Hari ini kita bukan sekadar meresmikan sebuah jembatan. Kita meresmikan harapan, meresmikan keterhubungan antara hari ini dan masa depan. Jembatan ini menjadi simbol bahwa masyarakat tidak boleh terpisah oleh jarak, perbedaan ataupun hambatan yang ada,” ujar Dian.

Ia juga mengajak masyarakat untuk terus menjaga semangat gotong royong yang telah ditunjukkan selama proses pembangunan berlangsung.

“Jembatan ini mengajarkan kepada kita bahwa sesulit apa pun persoalan yang dihadapi, jika dilakukan bersama-sama maka akan lebih mudah diselesaikan. Mari kita rawat semangat kebersamaan ini sebagaimana kita merawat jembatan yang telah dibangun,” tuturnya.

Selain itu, Bupati mengingatkan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan agar pembangunan yang telah dilakukan tidak kembali terdampak bencana alam.

“Alam akan menjadi sahabat jika kita menjaganya. Sebaliknya, jika kita abai, alam dapat menjadi ancaman bagi kehidupan kita sendiri. Karena itu, menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama,” tegasnya.

Dian juga meminta masyarakat turut menjaga dan merawat hasil pembangunan yang telah dibiayai melalui anggaran pemerintah.

“Ini dibangun dari uang rakyat dan untuk kepentingan rakyat. Maka sudah sepatutnya kita jaga bersama agar keberadaannya terus memberikan manfaat bagi generasi yang akan datang,” tambahnya.

Pada kesempatan tersebut, Bupati memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam proses rekonstruksi, mulai dari Pemerintah Desa Cijemit, Forkopimcam Ciniru, DPRD Kabupaten Kuningan, DPUTR, BPBD, para pelaksana pekerjaan hingga masyarakat yang turut mendukung kelancaran pembangunan.

Rasa syukur juga disampaikan warga Desa Cijemit. Teti (48), salah seorang warga, mengaku kini lebih tenang saat melintasi jembatan yang telah diperbaiki.

“Alhamdulillah ayeuna parantos sae deui. Reugreug bangunanna mani wengkuh. Langkung tenang upami lewat jembatan. Mugi awét sareng tiasa ngadukung kegiatan warga sapopoe,” ungkapnya.

Prosesi peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pengguntingan pita. Menariknya, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan doa bersama menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah serta tradisi ngobeng ikan sebagai bentuk rasa syukur atas kembali berfungsinya jembatan yang menjadi simbol persatuan dan kemajuan masyarakat di wilayah timur Kabupaten Kuningan. (OM)