KUNINGAN ONLINE – Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Tina Wiryawati menyampaikan bahwa Pers yang merupakan pilar demokrasi menjadi harapan bagi semua pihak untuk dapat menyajikan informasi yang terupdate, dan terpercaya. Apalagi diera digitalisasi saat ini, pers diharapkan mampu meningkatkan literasi bagi masyarakat.
Menurutnya, Pers sering digunakan untuk media massa baik itu media cetak, elekronik, maupun online. Pers sering juga digunakan untuk menyebut wartawan atau jurnalis.
“Semoga ke depan Pers akan lebih transparan dan netral dengan mengedepankan kejujuran serta bertanggung jawab atas menyajikan fakta kepada publik dan dapat menjadi sumber berita yang mendidik serta dapat menjadi pilihan untuk mencari solusi yang terbaik apapun permasalahannya,” ujar Tina dari Dapil Jabar 13 (Kuningan, Ciamis, Banjar dan Pangandaran), saat dimintai tanggapan Hari Pers Nasional (HPN) tahun 2023, Kamis (9/2).

Pihaknya berharap, wartawan dan jurnalis dapat memberikan dampak yang positif kepada bangsa dan rakyat Indonesia. Apalagi saat ini banyak informasi Hoax yang tersebar di media sosial.
“Iya saya berharap bisa lebih menyajikan fakta kepada publik, termasuk jangan menyajikan berita Hoax,” pungkasnya.
Menyikapi perkembangan informasi yang tersebar di media sosial, Tina menambahkan, peran pers diharapkan bisa mengimbangi dengan informasi-informasi yang lebih cepat dan bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.
“Iya, kan info di medsos itu bukan produk jurnalistik, dan butuh filter atau kroscek untuk melihat kebenarannya. Makanya rekan-rekan pers harus bisa menghadirkan info yang lebih cepat dari medsos namun harus faktual,” papar Tina.
Ia menambahkan, untuk menghadirkan informasi yang faktual dan berimbang dengan kondisi terkini, jurnalis atau wartawan harus mau mengembangkan kompetensi dan rajin menggali literatur atau referensi.
“Pers harus beradaptasi dengan teknologi terkini. Rajin melakukan investigasi, dan melek literatur atau referensi,” ujarnya.
Di akhir pembicaraan, Tina mengucapkan selamat Hari Pers Nasional kepada seluruh awak media. (Poy)






