Tina Wiryawati Minta Program Sekolah Maung Disosialisasikan Secara Maksimal, Jangan Sampai Timbulkan Kebingungan di Masyarakat

Pendidikan, Sosial127 views

KUNINGAN ONLINE – Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Fraksi Gerindra, Hj. Tina Wiryawati, menyoroti pentingnya sosialisasi yang masif dan terstruktur dalam pelaksanaan program Sekolah Maung yang digagas Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Menurutnya, program yang bertujuan meningkatkan akses pendidikan tersebut harus dipersiapkan secara matang agar tidak menimbulkan polemik maupun kebingungan di tengah masyarakat.

Iklan

Tina menilai setiap kebijakan pendidikan yang menyentuh langsung kepentingan masyarakat harus disertai dengan penyampaian informasi yang jelas, terbuka, dan mudah dipahami.

“Terlebih, program baru biasanya memunculkan banyak pertanyaan dari masyarakat, terutama terkait persyaratan, mekanisme pendaftaran, proses seleksi, hingga kriteria penerima manfaat,” tuturnya, Senin (15/6/2026).

Iklan

Karena itu, ia meminta pemerintah daerah maupun instansi terkait untuk melakukan sosialisasi jauh sebelum program dijalankan. Dengan demikian, orang tua siswa, calon peserta didik, pihak sekolah, serta seluruh pemangku kepentingan memiliki pemahaman yang sama mengenai tujuan dan tata cara pelaksanaan program.

“Jangan sampai kebijakan yang sebenarnya baik justru menimbulkan kegaduhan karena masyarakat tidak mendapatkan informasi yang utuh. Sosialisasi harus dilakukan jauh hari sehingga masyarakat siap dan memahami aturan yang berlaku,” kata Tina asal dapil Jabar XIII (Kuningan, Ciamis, Banjar, dan Pangandaran).

Menurutnya, pengalaman dalam pelaksanaan berbagai program pendidikan selama ini menunjukkan bahwa minimnya informasi sering kali menjadi pemicu munculnya persepsi yang berbeda-beda di masyarakat.

Ia menjelaskan bahwa keberhasilan sebuah program pendidikan tidak hanya diukur dari jumlah peserta yang terlibat, tetapi juga dari tingkat pemahaman masyarakat terhadap tujuan dan mekanisme program tersebut.

“Oleh karena itu, pemerintah harus memastikan seluruh informasi dapat diakses secara luas melalui berbagai saluran komunikasi, baik media massa, media sosial, maupun sosialisasi langsung ke sekolah dan lingkungan masyarakat,” jelas inisiator Desa Wisata Sawah Lope.

Lebih lanjut, Tina menilai perencanaan yang baik akan membantu pemerintah dalam menentukan target penerima manfaat, menyiapkan sarana pendukung, menyusun mekanisme pengawasan, serta memastikan program berjalan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.

“Perencanaan yang matang dan komunikasi publik yang baik menjadi kunci keberhasilan program pendidikan sekaligus mencegah munculnya kebingungan maupun kekecewaan di tengah masyarakat,” ujarnya.

Tina juga menyoroti pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) yang setiap tahun menjadi perhatian publik. Ia menilai evaluasi terhadap sistem penerimaan peserta didik harus terus dilakukan agar pelaksanaannya semakin transparan, akuntabel, dan memberikan rasa keadilan bagi seluruh masyarakat.

Menurutnya, pembenahan sistem pendataan calon penerima manfaat program pendidikan juga menjadi hal yang tidak kalah penting. Data yang akurat akan membantu pemerintah memastikan bantuan maupun fasilitas pendidikan benar-benar diterima oleh pihak yang berhak.

“Jangan sampai ada masyarakat yang seharusnya mendapatkan manfaat justru terlewat karena persoalan data. Sebaliknya, penerima manfaat harus benar-benar sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan,” tegasnya.

Tina menambahkan bahwa pendidikan merupakan salah satu sektor strategis yang menentukan kualitas sumber daya manusia di masa depan. Karena itu, setiap program pendidikan harus dirancang secara serius dengan memperhatikan aspek pemerataan akses, kualitas layanan, serta keberlanjutan program.

Ia berharap Program Sekolah Maung dapat menjadi salah satu instrumen untuk memperluas kesempatan pendidikan bagi masyarakat Jawa Barat, khususnya bagi siswa yang membutuhkan dukungan agar dapat memperoleh layanan pendidikan yang layak dan berkualitas.

Dengan pelaksanaan yang transparan, sistem seleksi yang jelas, serta sosialisasi yang optimal, Tina optimistis program tersebut dapat berjalan sesuai tujuan awal yang telah dirancang pemerintah.

“Harapan kita tentu program ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, menciptakan akses pendidikan yang lebih adil, serta melahirkan generasi muda Jawa Barat yang unggul, berkarakter, dan mampu bersaing di masa depan,” pungkasnya. (OM)