Tina Wiryawati Dorong Pembinaan Sepak Bola Usia Dini, Bagikan Pengalaman Belajar dari Ajax dan Feyenoord

Olahraga, Sosial88 views

KUNINGAN ONLINE – Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Hj. Tina Wiryawati, mendorong pentingnya pembinaan sepak bola usia dini yang berkelanjutan saat berdialog dengan masyarakat dalam kegiatan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan di Kelurahan Cigadung, Selasa (16/6/2026).

Pembahasan tersebut mencuat setelah adanya usulan dari peserta kegiatan agar dibentuk Sekolah Sepak Bola (SSB) sebagai wadah pembinaan generasi muda, sejalan dengan semakin berkembangnya minat masyarakat terhadap olahraga sepak bola.

Iklan

Menanggapi usulan tersebut, Tina mengungkapkan bahwa dirinya memiliki pengalaman panjang di dunia pembinaan sepak bola. Ia pernah menjabat sebagai Direktur Sekolah Sepak Bola Pelita Jaya dan terlibat langsung dalam berbagai program pengembangan atlet muda.

“Saya pernah menjadi Direktur SSB Pelita Jaya. Saat itu kami banyak belajar dari sistem pembinaan sepak bola di Belanda. Kami mengunjungi Ajax dan Feyenoord untuk melihat bagaimana mereka membangun pemain sejak usia dini hingga menjadi pesepak bola profesional,” ujarnya.

Iklan

Menurut Tina, keberhasilan negara-negara Eropa dalam mencetak pemain berkualitas tidak terlepas dari dukungan sarana dan prasarana yang memadai serta sistem pembinaan yang terintegrasi dengan pendidikan.

Ia menjelaskan bahwa di Belanda, fasilitas olahraga tersedia hingga tingkat lingkungan masyarakat. Anak-anak yang memiliki bakat akan dibina melalui kompetisi berjenjang dan mendapatkan pendampingan yang serius.

“Di sana pembinaan tidak hanya soal bermain bola. Anak-anak tetap harus sekolah, disiplin, dan memiliki karakter yang baik. Bahkan orang tua merasa tenang karena pendidikan dan pembinaan olahraga berjalan beriringan,” katanya.

Tina menilai, jika masyarakat Cigadung memiliki komitmen yang kuat, bukan tidak mungkin ke depan dapat dibentuk sekolah sepak bola yang profesional dan berkelanjutan.

“Kalau ingin membangun SSB, harus ada komitmen bersama. Pembinaan pemain itu proses panjang. Idealnya terpadu, pagi sekolah, sore latihan. Dengan sistem yang baik, bukan tidak mungkin lahir pemain-pemain berbakat dari daerah,” ungkapnya.

Selain membahas sepak bola, Tina juga menyinggung keberhasilan sejumlah program pemberdayaan masyarakat yang pernah didorongnya, seperti pengelolaan sampah di Desa Kertayasa dan pengembangan wisata berbasis masyarakat di Desa Cikaso. Menurutnya, keberhasilan suatu program hanya dapat dicapai melalui kerja sama, perencanaan yang matang, dan komitmen berkelanjutan dari seluruh pihak.

Ia berharap semangat masyarakat Cigadung dalam membangun potensi generasi muda terus tumbuh sehingga mampu melahirkan prestasi di bidang olahraga maupun sektor lainnya. (OM)