Terima 60 Siswa Baru, Perguruan Cimande Kuningan Tekankan Akhlak dan Keteladanan Rasulullah

Budaya, Sosial393 views

KUNINGAN ONLINE — Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang bertepatan dengan 12 Rabiul Awal 1447 Hijriah di lingkungan Perguruan Pajajaran Cimande Kabupaten Kuningan berlangsung khidmat dan sarat pesan moral.

Kegiatan yang digelar Selasa (25/8/2026) tersebut sekaligus dirangkaikan dengan penerimaan siswa baru Perguruan Pencak Silat Pajajaran Cimande. Sebanyak 60 siswa baru resmi diterima untuk mengikuti proses pembinaan dan pendidikan pencak silat Cimande.

Iklan

Momentum tersebut tidak hanya menjadi ajang pengenalan seni bela diri, tetapi juga menjadi bagian dari pembentukan karakter, kedisiplinan dan akhlak generasi muda.

Ketua Pelaksana, Kinanti, mengatakan peringatan Maulid Nabi menjadi momentum untuk meningkatkan kecintaan kepada Rasulullah SAW sekaligus meneladani akhlak dan perjuangan beliau.

Iklan

“Semoga kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi mampu meningkatkan kecintaan kita kepada Rasulullah SAW, mempererat silaturahmi, serta menjadi momentum untuk terus menjaga dan melestarikan warisan budaya pencak silat Pajajaran Cimande,” ujar Kinanti.

Menurutnya, penerimaan siswa baru juga memiliki makna penting dalam upaya melestarikan seni dan budaya pencak silat Pajajaran Cimande sebagai warisan leluhur. Para siswa diharapkan tidak hanya memiliki kemampuan bela diri, tetapi juga tumbuh menjadi generasi yang kuat, disiplin, tangguh, mencintai budaya dan tanah air.

Iklan

Sementara itu, Ketua Umum PPCA Cimande Kuningan, Herdiana, S.Pd., menegaskan bahwa ajaran Cimande memiliki hubungan erat dengan nilai-nilai agama, terutama dalam pembentukan akhlak.

“Yang pertama adalah harus taat dan takwa kepada Allah dan Rasul-Nya. Setelah itu hormat kepada ibu, bapak dan orang tua, hormat kepada guru dan pemerintah, serta tuntunan perilaku lainnya,” kata Herdiana.

Ia menjelaskan, salah satu bagian penting dalam tradisi penerimaan siswa baru Cimande adalah pembacaan Sareat Taleq atau Pangeling-eling, yang memuat 14 poin tuntunan perilaku dan kehidupan.

Menurut Herdiana, nilai-nilai tersebut menjadi pedoman agar para pesilat tidak hanya tangguh secara fisik, tetapi juga memiliki akhlak karimah dan menjadikan Rasulullah SAW sebagai teladan.

“Silat bukan hanya tentang bela diri. Kita harus merawat tradisi dan warisan para leluhur, tetapi pada saat yang sama harus mampu berprestasi. Pembinaan karakter dan pembinaan prestasi harus berjalan bersama,” ungkapnya.

Herdiana berharap para siswa baru mampu memperkuat keimanan, meneladani Rasulullah SAW dan menerapkan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.

Pesan tersebut diperkuat Sesepuh Cimande, Oyo Sumaryo. Ia mengingatkan para siswa agar tidak menyalahgunakan ilmu pencak silat untuk mencari kegagahan, menyombongkan diri maupun bertindak semena-mena.

Menurut Oyo, sejak dahulu ajaran Cimande sangat menekankan nilai agama dan perilaku. Perbuatan seperti mabuk, berjudi, mencuri, ujub, riya, takabur, iri, dengki, jahil maupun tindakan aniaya merupakan perilaku yang harus dijauhi.

“Yang dilarang oleh agama, itu juga tidak boleh dilakukan dalam Cimande. Belajar silat bukan untuk gagah-gagahan atau ugal-ugalan, tetapi agar kita selamat dunia dan akhirat,” tegasnya.

Oyo juga menyampaikan apresiasi kepada para orang tua yang telah mempercayakan anak-anaknya untuk belajar di Perguruan Cimande. Ia berharap para siswa dapat tumbuh menjadi generasi saleh dan salehah, rajin berlatih serta mampu meneruskan ilmu dan tradisi Cimande.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, selain Maulid Nabi dan penerimaan siswa baru, turut dilaksanakan sejumlah tradisi dan kegiatan budaya. Di antaranya Ngariksa Cai, Ngarumat Pusaka, tawasul dan ziarah ke makam sesepuh serta pendiri PPCA, pembacaan shalawat, Keceran, penampilan seni pencak silat Cimande, Ngabumbang dan pembacaan Sareat Taleq.

Kegiatan tersebut menjadi momentum penting bagi keluarga besar Pajajaran Cimande Kabupaten Kuningan untuk memperkuat silaturahmi sekaligus meneguhkan komitmen bahwa pencak silat bukan hanya tentang kemampuan fisik.

Lebih dari itu, pencak silat diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang beriman, berakhlak karimah, disiplin, berkarakter, mencintai budaya serta menjunjung tinggi keteladanan Rasulullah SAW. (OM)