KUNINGAN ONLINE – Sekolah Pascasarjana (SPs) Universitas Kuningan (Uniku) secara resmi menggelar program matrikulasi untuk mahasiswa baru tahun akademik 2025/2026. Kegiatan berlangsung selama dua hari, Sabtu–Minggu (4–5/10/2025), di Aula SPs Kampus I Uniku.
Hadir dalam acara pembukaan, Rektor Uniku Prof. Dr. Dikdik Harjadi, SE., M.Si., bersama para Wakil Rektor, Direktur SPs Dr. Entin Jumantini, M.Pd., jajaran pimpinan SPs, serta 40 mahasiswa baru peserta matrikulasi.
“Matrikulasi merupakan program rutin yang selalu dilaksanakan SPs Uniku untuk menyambut mahasiswa baru sebagai bentuk pengenalan kampus dan pengarahan dari tiga program studi yang ada di SPs,” ujar Entin dalam laporannya saat pembukaan, Sabtu (4/10/2025) pagi.
Entin menjelaskan, mahasiswa baru akan mengikuti berbagai materi dari pimpinan universitas, mulai dari Rektor, Wakil Rektor, Direktur, Wakil Direktur, hingga Ketua Program Studi. Selain itu, peserta juga dijadwalkan mengikuti tes UEPT bekerja sama dengan Pusat Bahasa Uniku pada Minggu (5/10/2025).
Menurutnya, matrikulasi ini bertujuan membekali mahasiswa baru agar lebih cepat beradaptasi dengan lingkungan akademik di SPs Uniku.
“Selain pengenalan kehidupan kampus, mahasiswa baru juga diberikan materi untuk membantu mereka segera beradaptasi di Sekolah Pascasarjana Uniku,” tuturnya.
“Semoga matrikulasi ini berjalan lancar dan bermanfaat bagi mahasiswa baru,” tambahnya.
Sementara itu, Rektor Uniku Prof. Dikdik Harjadi menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh mahasiswa baru.
“Hari ini merupakan langkah awal bagi Bapak-Ibu mahasiswa baru SPs Uniku. Selamat bergabung menjadi bagian dari keluarga besar Uniku,” ujarnya.
“Niatkan bersungguh-sungguh untuk menimba ilmu dan diharapkan dapat lulus tepat waktu, karena itu menjadi salah satu penilaian penting bagi institusi,” lanjutnya.
Prof. Dikdik berharap kegiatan matrikulasi dapat menjadi bekal awal bagi mahasiswa baru untuk lebih cepat menyesuaikan diri dengan lingkungan kampus.
“Selamat mengikuti matrikulasi. Semoga Bapak-Ibu dapat segera beradaptasi,” pungkasnya. (OM)





