Meneladani Jejak Ulama, Gerakan KITA Gelar Ziarah Lintas Kota Sambut 1448 H

Sosial44 views

KUNINGAN ONLINE – Gerakan KITA menggelar kegiatan Wisata Religi Bersama dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah. Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu-Minggu (20–21/6/2026) itu diikuti sekitar 65 peserta dari berbagai kalangan masyarakat.

Menggunakan satu unit bus, rombongan berangkat dari pelataran Masjid Syiarul Islam Kuningan setelah melaksanakan salat Isya. Sebelum memulai perjalanan ke luar daerah, peserta terlebih dahulu berziarah ke makam Pangeran Arya Kamuning di kawasan Makam Gede Kuningan.

Iklan

Selama dua hari perjalanan, peserta mengunjungi lima lokasi ziarah, yakni makam Pangeran Arya Kamuning di Kuningan, makam Sunan Gunung Jati di Cirebon, makam Al Habib bin Abdullah bin Thalib Al Aththos di Pekalongan, kawasan Makam Sapuro di Pekalongan, serta makam Syekh Maulana Samsuddin di Pemalang.

Koordinator kegiatan sekaligus pengurus Gerakan KITA, Ridho Fauji, mengatakan bahwa wisata religi tersebut tidak hanya menjadi agenda ziarah, tetapi juga sarana mempererat silaturahmi dan memperkuat nilai-nilai spiritual di tengah masyarakat.

Iklan

Iklan

“Selain untuk memperkuat tali silaturahmi, kegiatan ini juga menjadi bagian dari ikhtiar kami menyambut Tahun Baru 1448 Hijriah. Kami ingin mengajak masyarakat untuk mengawali tahun baru Islam dengan memperbanyak refleksi, memperkuat hubungan sosial, dan mendekatkan diri kepada Allah,” ujarnya.

Menurut Ridho, wisata religi memiliki makna yang lebih luas karena menjadi sarana mengenang perjuangan para ulama dalam menyebarkan ajaran Islam sekaligus meneladani nilai-nilai pengabdian, keteladanan, dan kepedulian sosial yang mereka wariskan.

Ia menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan salah satu program rutin bidang keagamaan Gerakan KITA. Selain wisata religi, komunitas itu juga secara berkala menggelar Ngopi Perkara Iman (NGOPI) sebagai ruang diskusi keagamaan dan penguatan kebersamaan.

“Kami berharap kegiatan seperti ini bisa menjadi sarana untuk menimba ilmu agama sekaligus belajar tentang kehidupan sosial kemasyarakatan. Karena pada dasarnya, agama tidak hanya mengajarkan hubungan dengan Tuhan, tetapi juga bagaimana membangun hubungan yang baik dengan sesama manusia,” katanya.

Sepanjang perjalanan, peserta tidak hanya mengikuti rangkaian ziarah, tetapi juga saling berbagi pengalaman dan cerita kehidupan yang semakin mempererat hubungan antarpeserta. Suasana kebersamaan yang terbangun selama perjalanan menjadi salah satu nilai penting yang ingin terus dijaga oleh Gerakan KITA.

Ke depan, Gerakan KITA berharap kegiatan serupa dapat melibatkan lebih banyak elemen masyarakat dan komunitas sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas.

“Kami ingin semakin banyak komunitas yang bisa bergabung dalam kegiatan-kegiatan positif seperti ini. Ketika silaturahmi semakin luas, maka kebaikan, ilmu, dan manfaat yang diperoleh juga akan semakin menyebar. Pada akhirnya, yang ingin kita bangun adalah persaudaraan yang kuat dan kebermanfaatan yang lebih besar bagi masyarakat,” tutur Ridho.

Bagi Gerakan KITA, wisata religi ini bukan sekadar perjalanan dari satu daerah ke daerah lain. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk merawat persaudaraan, meneladani jejak para ulama, serta mengisi pergantian Tahun Baru Hijriah dengan semangat hijrah menuju kehidupan yang lebih baik. (OM)