Kenang Tragedi 27 Juli, PDIP Kuningan Gelar Nobar dan Doa Bersama

Politik, Sosial208 views

KUNINGAN ONLINE – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kuningan menggelar kegiatan untuk mengenang tragedi 27 Juli 1996 atau yang dikenal dengan peristiwa Kudatuli. Kegiatan tersebut diisi dengan penayangan film sejarah, doa bersama, serta rangkaian kegiatan sosial.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kuningan, Nuzul Rachdy, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari instruksi DPP PDI Perjuangan yang dilaksanakan secara serentak untuk mengenang perjuangan kader partai dalam menghadapi tekanan politik pada masa Orde Baru.

Iklan

Menurutnya, tragedi Kudatuli menjadi salah satu tonggak penting dalam perjalanan demokrasi dan reformasi di Indonesia.

“27 Juli ini merupakan satu tonggak reformasi. Pada waktu itu demokrasi mati dan terjadi penyerangan kantor DPP PDI di Jalan Diponegoro 58,” ujar Nuzul, Minggu (26/7/2026).

Iklan

Ia menilai PDI Perjuangan merupakan partai yang lahir dari perjalanan panjang serta perjuangan para kader yang penuh pengorbanan.

“PDI Perjuangan ini bukan sekadar partai yang lahir dari rutinitas biasa, tapi lahir dari keringat, darah, dan air mata, bahkan nyawa. Peristiwa 27 Juli ini adalah puncaknya,” katanya.

Nuzul menambahkan, kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk mengingat kembali perjuangan para kader partai. Ia menyebut terdapat kader yang hingga kini belum ditemukan pascaperistiwa tersebut.

“Kita ingin menyadarkan seluruh kader partai untuk kembali mengenang bagaimana perjuangan PDI Perjuangan. Ada 124 kader partai yang hilang dan sampai saat ini belum ditemukan,” ungkapnya.

Dalam kegiatan tersebut, pihaknya juga menggelar doa bersama untuk para pejuang dan kader partai yang menjadi korban tragedi Kudatuli.

Nuzul yang mengaku pernah menjadi wartawan dan berada di sekitar Jalan Diponegoro saat peristiwa tersebut terjadi juga mengungkapkan bahwa tragedi itu meninggalkan kesan mendalam baginya.

“Demikian tragisnya, maka disebut Kudatuli, tragedi Kudatuli, kerusuhan 27 Juli,” ujarnya.

Kegiatan tersebut melibatkan jajaran struktur partai, mulai dari 32 PAC, ranting, anak ranting, hingga sayap partai.

Selain mengenang tragedi Kudatuli, rangkaian kegiatan juga akan diisi dengan pasar murah atau Semarak Pangan. Program tersebut ditujukan untuk membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pangan dengan harga terjangkau di tengah kondisi daya beli masyarakat yang dinilai masih rendah.

“Sekarang ini perekonomian kita, daya beli kita juga rendah. Maka kita ingin menyiapkan pangan murah yang mungkin akan kita display di DPC dan di PAC-PAC yang lokasinya memungkinkan agar masyarakat bisa membeli bahan pangan murah,” jelasnya.

Pasar murah tersebut terbuka untuk masyarakat umum dan akan dilaksanakan di kantor DPC serta sejumlah PAC PDI Perjuangan Kabupaten Kuningan.

Nuzul berharap momentum peringatan Kudatuli tidak hanya menjadi kegiatan mengenang sejarah, tetapi juga memperkuat semangat kader untuk terus memperjuangkan kepentingan rakyat.

Ia menegaskan, PDI Perjuangan akan tetap menjalankan fungsi sebagai partai penyeimbang terhadap pemerintah.

“Apabila pemerintah melakukan kebijakan yang berpihak kepada rakyat, tentu kita paling depan mendukung. Tapi apabila pemerintah tidak berpihak kepada rakyat, kita akan mengkritisi itu semua,” pungkasnya. (OM)