H Rokhmat Ardiyan Tinjau Program MBG di Kuningan, Tekankan Pentingnya Gizi Anak dan Penanganan Stunting

Politik, Sosial116 views

KUNINGAN ONLINE – Anggota DPR RI Komisi XII, H. Rokhmat Ardiyan (HRA) didampingi Wakil Bupati Kuningan Tuti Andriani melakukan kunjungan kerja sekaligus monitoring pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan ketahanan pangan di Kabupaten Kuningan, Selasa (28/4/2026).

Dalam kunjungan di SDN Bandorasa Wetan 1, Kapoksi Komisi XII DPR RI menegaskan bahwa program MBG merupakan bagian penting dari upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini.

Iklan

Menurutnya, pemenuhan gizi yang baik menjadi fondasi utama untuk mencetak generasi yang sehat, cerdas, dan mampu bersaing di masa depan.

“Ini adalah harapan besar. Melalui makan bergizi, anak-anak Indonesia menjadi cerdas, sehat, dan kuat, sehingga ke depan bisa meraih cita-citanya,” ujarnya di hadapan guru dan para siswa.

Iklan

Ia menilai, program ini bukan hanya sekadar penyediaan makanan, tetapi juga bentuk investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa. Dengan asupan gizi yang memadai, tingkat kecerdasan anak-anak Indonesia diharapkan meningkat dan mampu bersaing secara global.

Meski demikian, HRA mengakui pelaksanaan program MBG saat ini masih membutuhkan berbagai penyempurnaan, terutama dari sisi manajemen pelaksanaan di lapangan.

“Bukan salah programnya, yang perlu diperbaiki adalah manajemennya. Ini bentuk ikhtiar yang luar biasa, dan harus terus kita tingkatkan kualitasnya,” kata Suami dari Hj Dian Marina Puspita (DMP).

Politisi asal Partai Gerindra itu mengajak seluruh pihak, mulai dari pemerintah daerah, tenaga pendidik, hingga media, untuk bersama-sama mengawal keberhasilan program tersebut agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Ia menyampaikan apresiasi kepada Wakil Bupati Kuningan, camat, Danramil, kepala sekolah, dan semua pihak yang telah berperan aktif dalam mendukung pelaksanaan MBG dan peningkatan gizi anak-anak.

“Beliau (Amih Tuti, Red) sangat cinta dan peduli terhadap anak-anak. Diskusinya selalu soal bagaimana meningkatkan gizi dan kesehatan mereka,” ucapnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Kuningan, Tuti Andriani, mengungkapkan bahwa angka stunting di Kabupaten Kuningan saat ini masih mengalami kenaikan. Kondisi tersebut menjadi perhatian serius dalam pelaksanaan MBG.

“Kalau dengan adanya MBG stunting masih tinggi, berarti peran program ini, khususnya untuk balita, belum maksimal,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya optimalisasi program, khususnya bagi kelompok rentan seperti balita, agar dampaknya benar-benar terasa dalam menurunkan angka stunting.

Dalam dialog bersama petugas lapangan, HRA juga menyoroti teknis penyediaan menu bergizi, termasuk distribusi daging yang saat ini masih diberikan secara berkala. Ia mendorong agar kualitas serta variasi makanan terus ditingkatkan.

Lebih jauh, ia mengajak seluruh pihak menjadikan program MBG sebagai bentuk pengabdian dan ladang amal demi masa depan generasi bangsa.

“Ini program kasih sayang untuk masa depan. Jangan pernah lelah, karena ini bagian dari amal kebaikan kita semua,” pungkasnya.

Kunjungan tersebut diharapkan menjadi bahan evaluasi sekaligus penguatan komitmen bersama dalam menyukseskan Program Makan Bergizi Gratis, demi menciptakan generasi Indonesia yang lebih sehat, kuat, dan berkualitas. (OM)