Dicky Mahardika: Disdikbud Kuningan Targetkan dalam RPJMD Rata-rata Lama Sekolah Capai 8,5 Tahun, Angka ATS Terus Menurun

Pendidikan189 views

KUNINGAN ONLINE – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kuningan terus menggenjot peningkatan kualitas pendidikan melalui berbagai program, baik di jalur formal maupun nonformal. Salah satu target yang dikejar adalah meningkatkan Rata-rata Lama Sekolah (RLS) sekaligus menekan jumlah Anak Tidak Sekolah (ATS).

Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan Pendidikan Masyarakat (Dikmas) Disdikbud Kabupaten Kuningan, Dicky Mahardika, mengatakan capaian RLS Kabupaten Kuningan pada tahun 2025 berada di angka 7,91 tahun. Perhitungan tersebut didasarkan pada penduduk yang berusia 25 tahun ke atas.

Iklan

“Target kita semakin tahun harus semakin meningkat. Untuk tahun 2026 kami menargetkan Rata-rata Lama Sekolah mencapai 8,5 tahun. Mudah-mudahan target tersebut dapat tercapai dan terlihat pada perhitungan tahun 2027,” ujar Dicky saat ditemui diruang kerjanya, Senin (3/8/2026).

Menurutnya, peningkatan RLS menjadi salah satu indikator penting dalam pembangunan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Kuningan. Karena itu, Disdikbud terus memperkuat layanan pendidikan kesetaraan melalui Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).

Iklan

Program Paket A, Paket B, dan Paket C dinilai menjadi solusi bagi masyarakat yang belum menyelesaikan pendidikan formal. Lulusan program kesetaraan tersebut nantinya akan berkontribusi terhadap peningkatan angka RLS ketika telah memasuki usia perhitungan.

Selain fokus pada peningkatan RLS, Disdikbud juga terus berupaya mengurangi jumlah Anak Tidak Sekolah (ATS). Berdasarkan data Kemendikdasmen Jawa Barat per 8 Juli 2026, Kabupaten Kuningan berada di peringkat ke-18 dari 27 kabupaten/kota di Jawa Barat dengan jumlah ATS sebanyak 11.247 anak.

“Alhamdulillah jumlah ATS di Kabupaten Kuningan terus mengalami penurunan. Dibandingkan Januari 2026, angkanya sudah turun sekitar 6,12 persen,” jelasnya.

Ia menyebutkan, pada Desember 2025 jumlah ATS di Kabupaten Kuningan masih mencapai 12.327 anak. Seiring berbagai upaya pendataan, pendampingan, dan pengembalian anak ke bangku pendidikan melalui sekolah maupun PKBM, jumlah tersebut terus mengalami penurunan.

Dicky berharap tren positif ini dapat terus dipertahankan sehingga pada akhir tahun 2026 jumlah Anak Tidak Sekolah di Kabupaten Kuningan bisa ditekan hingga di bawah 10 ribu anak.

“Kami akan terus melakukan berbagai upaya bersama seluruh pemangku kepentingan agar semakin banyak anak maupun masyarakat yang kembali mengakses layanan pendidikan. Harapannya, angka ATS terus turun dan Rata-rata Lama Sekolah masyarakat Kuningan semakin meningkat,” pungkasnya. (OM)