KUNINGAN ONLINE – Upaya pencegahan stunting terus didorong sejak anak berada di usia dini. Salah satunya melalui kebiasaan mengonsumsi makanan bergizi, seperti telur dan susu.
Hal tersebut dilakukan mahasiswa KKN Universitas Islam Al-Ihya (UNISA) Kuningan Kelompok 01 Desa Bandorasawetan dengan menggandeng Bunda PAUD Kuningan dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kuningan dalam kegiatan sosialisasi Gerakan Makan Telur dan Minum Susu (Gematelmisu).
Kegiatan berlangsung di Kober Pelita dan TK Adiria, Desa Bandorasawetan, Kecamatan Cilimus, Rabu (12/8/2026).
Dalam kegiatan tersebut, anak-anak diperkenalkan dengan pentingnya mengonsumsi makanan bergizi. Selain sosialisasi, mahasiswa KKN juga membagikan telur dan susu sebagai bagian dari upaya mendorong pemenuhan kebutuhan protein anak usia dini.
Gematelmisu merupakan program Pemerintah Kabupaten Kuningan yang digerakkan Bunda PAUD Kuningan. Program ini diarahkan untuk membangun kebiasaan konsumsi pangan bergizi sekaligus meningkatkan kesadaran orang tua mengenai pentingnya pemenuhan nutrisi bagi tumbuh kembang anak.
Mewakili Bunda PAUD Kuningan Hj. Ela Helayati, Kepala Disdikbud Kuningan melalui Kepala Bidang PAUD Dikmas, Dicky Mahardika, mengapresiasi keterlibatan mahasiswa KKN UNISA dalam menggerakkan program tersebut di lingkungan satuan PAUD.
“Ini bagus sekali. KKN dari teman-teman UNISA mendukung kegiatan Bunda PAUD Kabupaten, di antaranya Gematelmisu. Luar biasa, ini diinisiasi dengan membagikan telur dan susu ke Kober dan TK yang ada di Desa Bandorasawetan,” ujar Dicky.
Menurut Dicky, pendidikan anak usia dini tidak hanya berkaitan dengan proses pembelajaran, tetapi juga harus didukung pemenuhan kebutuhan nutrisi.
Ia mengatakan, masa usia dini merupakan periode penting dalam pertumbuhan dan perkembangan anak. Karena itu, kesiapan anak menuju jenjang pendidikan berikutnya perlu dibangun sejak awal, baik dari sisi pendidikan maupun kesehatan.
“Begitu penting nutrisi bagi anak. Bukan hanya pendidikan di sekolah maupun di lingkungan, makanan juga mendukung pertumbuhan anak usia dini,” katanya.
Dicky berharap Gematelmisu dapat mendorong semakin banyak keluarga membiasakan anak mengonsumsi makanan bergizi, termasuk telur dan susu, sehingga turut mendukung upaya pemerintah dalam menekan angka stunting di Kabupaten Kuningan.
“Kabupaten Kuningan masih ada angka stunting. Mudah-mudahan dengan anak-anak gemar minum susu, makan telur, dan orang tuanya juga sadar akan hal itu, sedikit banyak dapat mengurangi angka stunting di Kabupaten Kuningan,” ungkapnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Bunda PAUD Kecamatan Cilimus Risanti yang mewakili Bunda PAUD Kuningan, Camat Cilimus Ade Bunyamin, Kepala Bidang PAUD Dikmas Dicky Mahardika, Kepala Desa Bandorasawetan Yayan Fudiyani, Bunda Bayangkari, serta perwakilan PD Himpaudi dan IGTKI.
Kolaborasi antara mahasiswa KKN, pemerintah daerah, dan satuan pendidikan tersebut diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Gematelmisu diharapkan dapat menjadi kebiasaan yang diterapkan secara berkelanjutan di lingkungan keluarga maupun sekolah.
Dengan membangun kebiasaan makan bergizi sejak usia dini, upaya pencegahan stunting sekaligus pembangunan generasi yang sehat dan cerdas dapat dimulai dari lingkungan terdekat anak. (OM)








