Beri Sapu Lidi, Uniku Tampilkan Teater Jalanan: “Segala Zaman Harus BERSIH, Segala Unsur Harus JUJUR”

Budaya, Sosial131 views

KUNINGAN ONLINE – Penampilan Universitas Kuningan (Uniku) menjadi salah satu yang ditunggu masyarakat dalam gelaran Karnaval Budaya Kuningan 2026. Setelah tahun sebelumnya sukses memukau penonton melalui teater jalanan bertema “Air untuk Anak Cucu”, tahun ini Uniku kembali menghadirkan pertunjukan serupa dengan mengusung pesan moral tentang kebersihan dan kejujuran.

Dalam Karnaval Budaya atau Pawai Alegoris dalam rangka Hari Jadi Kuningan ke-528, Minggu (13/9/2026), Uniku menampilkan teater jalanan yang memadukan seni musik dan teater. Pertunjukan tersebut mengangkat tema “Segala Zaman Harus BERSIH, Segala Unsur Harus JUJUR.”

Iklan

Meski sempat terhenti sejenak karena azan berkumandang, penampilan para mahasiswa Uniku kembali berlanjut dengan penuh semangat.

Sutradara sekaligus Ketua Program Studi (Prodi) Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Uniku, Dr. Arip Hidayat, M.Pd., mengatakan bahwa tema yang diangkat merupakan refleksi terhadap realitas dan kondisi yang terjadi saat ini.

Iklan

«“Segala zaman harus BERSIH, segala unsur harus JUJUR ini merupakan karya saya, refleksi realita dengan kondisi saat ini,” tuturnya.»

Menurut Arip, pesan yang disampaikan dalam pertunjukan tersebut merupakan refleksi bersama yang dimulai dari hal paling dekat, yakni diri sendiri, hingga diterapkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Karena kalau memang kepengin maju itu, harus bersih dan jujur,” jelasnya.

Ia menambahkan, dalam Pawai Alegoris Hari Jadi Kuningan ke-528 tahun 2026, Uniku melibatkan lebih dari 300 mahasiswa dan mahasiswi dari berbagai program studi di lingkungan kampus.

Meskipun pelaksanaan karnaval berlangsung di tengah musim kemarau dengan teriknya matahari serta menempuh jarak yang cukup jauh, kondisi tersebut tidak menyurutkan semangat para mahasiswa untuk memberikan penampilan terbaik.

“Ada lebih dari 300 orang peserta yang ikut terlibat dalam karnaval Pawai Alegoris Hari Jadi Kuningan ke-528 tahun 2026. Walaupun kita lagi dalam musim kemarau, panas teriknya matahari dan berjalan cukup jauh saat Pawai Alegoris itu, namun tidak menyurutkan semangat para mahasiswa dan mahasiswi dalam penampilannya. Para peserta terlihat larut dalam teater jalanan tersebut dengan penuh semangat,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Rektor Universitas Kuningan Dr. Anna Fitri Hindriana, M.Si., menyerahkan sapu lidi kepada Bupati Kuningan di atas panggung kehormatan Karnaval Budaya ke-528 tahun 2026.

Penyerahan sapu lidi tersebut menjadi simbol dari pesan yang dibawa Uniku melalui teater jalanan, yakni pentingnya menjaga kebersihan sekaligus menegakkan kejujuran sebagai bagian dari upaya membangun kehidupan yang lebih baik.

Turut hadir dalam kegiatan Karnaval Pawai Alegoris tersebut, Ketua Yayasan Pendidikan Sang Adipati Kuningan (YPSAK) Drs. Ngatimin DS, M.Pd., beserta jajaran, Rektor Universitas Kuningan (Uniku) Dr. Anna Fitri Hindriana, M.Si., beserta jajaran, serta seluruh civitas akademika Uniku. (OM)