Relawan TIK Sasar Kalangan Mahasiswa, Gencarkan Empat Pilar Digital

KUNINGAN ONLINE – Lima kampus di Kabupaten Kuningan didatangi oleh Relawan Teknik Informasi dan Komunikasi (R-TIK) Kuningan bekerjasama Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) Republik Indonesia menggelar Seminar Literasi Makin Cakap Digital Keliling Kampus.

Menurut Ketua RTIK Kuningan, Asep Mahpudin ada lima kampus yang didatangi oleh RTIK Kuningan dalam program tersebut, diantaranya Universitas Islam Al Ihya (Unisa), Sekolah Tinggi Keguruan Ilmu Pendidikan (STKIP) Muhammadiyah Kuningan, Stikes Kuningan, Stikes Muhammadiyah Kuningan dan Universitas Kuningan (Uniku).

Iklan

“Kami menyasar usia produktif dari 21 tahun hingga 23 tahun, program tersebut merupakan program dari Kemkominfo, dengan tema yang berbeda – beda, tentunya sesuai standar dari Kementrian Kominfo,” terangnya, Senin (27/2/2023).

Asep yang juga Dosen PTIK STIKP Muhammadiyah Kuningan, mengatakan ada empat pilar digital yang disampaikan dalam seminar tersebut yakni digital etik, digital kultur dan digital safety.

Iklan

Salah satu pemateri dalam Seminar Makin Cakap Digital, Nunu Firdaus menjelaskan digital kultur, digitalisasi kebudayaan dan teknologi informasi komunikasi.

Menurutnya Indonesia memiliki beragam praktik budaya di Indonesia, yakni tatanan perilaku sosial, bentuk komunikasi verbal dan non verbal, penampilan kegiatan sehari – hari dan ritual.

“Melalui teknologi tentunya kita bisa menemukan berbagai macam budaya dan karakter. Namun tentu kita perlu memfilter mana yang menjadi budaya Indonesia dan yang bukan,” terang Nunu saat penyampaian materi di STKIP Muhammadiyah Kuningan.

Nunu menjelaskan digital culture merupakan suatu hal yang membentuk cara kita berinteraksi, berprilaku, berpikir dan berkomunikasi dalam lingkungan masyarakat yang menggunakan teknologi internet.

“Budaya dapat terbentuk dari beberapa unsur yaitu sistem agama dan politik, adat istiadat, bahasa, pakaian/penampilan, karya seni, dan lainnya,” terangnya.

Namun pada budaya digital juga melekat sisi negatif apabila tidak diikuti dengan penerapan pendidikan karakter yang baik. Budaya digital adalah tuntutan zaman yang harus diikuti dengan kesiapan sumber daya, kecerdasan pengguna, dan literasi agar budaya digital tidak berdampak buruk pada nilai-nilai budaya yang ada.  

Sementara itu, Ketua Stkip muhammadiyah Kuningan, Dr Nanan Abdul Manan, mengapresiasi adanya Seminar Literasi Makin Cakap Digital. “STKIP Muhammadiyah Kuningan, dengan perkembangan teknologi yang sangat cepat, Kami terus beradaptasi tentunya menyesuaikan pesatnya teknologi digital. Maka ini menjadi salah satu sarana prasana untuk menuju seminar proposal agar menjadi guru yang profesional,” ujar Nanan.

Hal yang menjadi nilai plus bukan sekedar ijazah kelulusan tapi juga ada kompetensi yang mencerminkan lulusan berkualitas. “Maka dengan seminar yang diberikan secara cuma – cuma ini, diharapkan para mahasiswa menyimak dengan baik dan bisa menerapkannya,” sambung Dr Nana.

Nanan berpesan agar mahasiswa tidak merasa sukses atau pun merasa bisa. “Karena jika kita sudah merasa sukses, maka kita tidak mau mendengarkan atau belajar hal yang lain, karena hal itu justru yang akan menjatuhkan kita,” tutupnya. (Poy)