Pasca Terjadi Kebakaran Tamkot Kitchen, Damkar Beri Pelatihan Pencegahan dan Penanggulangan

Informasi, Insiden631 views

KUNINGAN ONLINE – Pasca kejadian kebakaran di tempat usaha Tamkot Kitchen, Selasa (8/6/2021) malam. UPT Damkar Satpol-PP Kuningan bersama pengelola Tamkot Kitchen, Ade Syamsudin melaksanakan kegiatan simulasi Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran, Minggu (13/6/2021).

Kegiatan tersebut dilaksanakan mulai pukul 08.00 s.d 10.00 wib (Selama 2 jam). Dalam kegiatan ini hadir Kepala satuan polsi pamong praja kab. Kuningan Drs. Agus Basuki, Kepala UPT Damkar Satpol Pp Kab. Kuningan Mh. Khadafi Mufti beserta 8 anggota damkar dan 1 randis damkar, pemilik Tamkot Kitchen ade syamsudin beserta para pegawai.

Iklan

Menurut Kepala UPT Damkar Satpol-PP, Mh. Khadafi Mufti, warga yang hendak di wilayah tamankota sangat antusias dengan kegiatan yang diselenggarakan oleh Tamkot Kitchen bekerjasama dengan UPT Pemadam Kebakaran satpol pp Kab.Kuningan.

“Materi simulasi pencegahan kebakaran diantaranya cara menangani kebakaran yang bersumber dari kompor/pembakaran, dari gas 3 kg, dan sumber lain yang dapat memicu percikan api,” tuturnya.

Iklan

Kemudian, Khadafi menerangkan, bagaimana penggunaan pemadaman api dengan menggunakan peralatan sederhana, seperti karung, handuk dan penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (Apar).

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan yang di lakukan oleh Tamkot Kitchen, ini salah satu bentuk wujud rasa kepedulian pengelola tamkot kichen akan adanya bahaya kebakaran yang bisa saja terjadi kapan pun dan dimanapun,” terangnya.

Ia juga menyebutkan, bahwa Tamkot Kitchen sudah memiliki apar dan sudah faham bagaimana cara memadamkan api, semoga ini juga bisa di contoh oleh para pemilik bangunan/usaha yang ada ditaman kota khususnya, dan umumnya warga masyarakat Kabupaten Kuningan.

Lebih lanjut, Khadafi menjelaskan, sebagaimana diketahui bersama bahwa Kabupaten kuningan memiliki perda no 8/2010 tentang pencegahan dan penanggulangan bahaya kebakaran di Kabupaten Kuningan.

“Bahwasanya musibah kebakaran adalah merupakan tanggung jawab bersama, dan setiap pemilik usaha, aparat Pemerintahan/swasta WAJIB menyediakan sistem proteksi kebakaran untuk melindungi asset serta para pegawai/karyawan,” jelasnya.

“Semoga tidak terjadi lagi kebakaran atau musibah dalam bentuk apapun yang terjadi dikabupaten kuningan,” tambahnya.

Sementara, Ibu Neni Juheni (49 th) warga pasapen II kuningan, salah satu pengunjung tamkot yang menyaksikan acara, sangat berantusias dan mengapresiasi kegiatan tersebut.

“Ayeuna mah abdi tos faham cara mareuman api upami kompor gas bocor, Insya Allah moal sieun deui upami masang gas teh,” ucapnya dengan bahasa Sunda. (OM)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *